Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

BERITA DAERAH · 31 Jul 2025 17:15 WITA ·

Seluruh Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Diusulkan Ditutup


 Seluruh Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Diusulkan Ditutup Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban insiden tenggelamnya dua orang di Sungai Mahakam, kawasan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban terakhir, Nabila Safitri (9), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025) pukul 16.02 WITA, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian awal.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa sejak pagi hari tim telah menyisir alur sungai sejauh dua kilometer ke arah hilir dari LKP (Last Known Position).

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran air, pemantauan udara dengan drone thermal, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada sore hari,” ujar Mardi.

Setelah proses evakuasi dilakukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Tim SAR kemudian menggelar debriefing dengan seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, kami mengusulkan agar operasi SAR ditutup secara resmi dan dilanjutkan dengan fase siaga,” tambah Mardi.

Sebelumnya, insiden nahas itu terjadi pada Rabu siang (30/7/2025) saat Sri Wahyuni (33) bersama anaknya Nabila tengah mencuci pakaian di tepi Sungai Mahakam. Saat sang anak terpeleset dan jatuh ke sungai, Sri Wahyuni mencoba menolong namun ikut terseret arus dan tenggelam. Jenazah sang ibu ditemukan lebih dahulu oleh suaminya bersama warga sekitar.

Selama proses pencarian, tim dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain arus bawah yang deras, suhu ekstrem, kehadiran binatang buas, serta banyaknya ranting dan kayu yang menghalangi pergerakan.

Meski begitu, Mardi menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ini adalah bentuk nyata kerja sama lintas instansi dalam upaya kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kaltim: Pendidikan Kontekstual Diperlukan untuk Tekan Ketimpangan Antarwilayah

10 Desember 2025 - 13:42 WITA

DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Lokal sebagai Strategi Pembangunan SDM

10 Desember 2025 - 13:41 WITA

DPRD Kaltim Dukung Penguatan Implementasi KUHP Baru Lewat Kerja Sama Pemprov–Kejati

10 Desember 2025 - 13:08 WITA

DPRD Kaltim: Pendidikan Harus Diperkuat Teknologi, Bukan Hanya Bangunan

10 Desember 2025 - 11:43 WITA

DPRD Kaltim Pertanyakan Sekolah Menengah yang Masih Beli Buku Fisik

10 Desember 2025 - 10:42 WITA

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Rendahnya Serapan Anggaran OPD

9 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di BERITA DAERAH