Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 31 Jul 2025 17:15 WITA ·

Seluruh Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Diusulkan Ditutup


 Seluruh Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Diusulkan Ditutup Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban insiden tenggelamnya dua orang di Sungai Mahakam, kawasan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban terakhir, Nabila Safitri (9), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025) pukul 16.02 WITA, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian awal.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa sejak pagi hari tim telah menyisir alur sungai sejauh dua kilometer ke arah hilir dari LKP (Last Known Position).

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran air, pemantauan udara dengan drone thermal, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada sore hari,” ujar Mardi.

Setelah proses evakuasi dilakukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Tim SAR kemudian menggelar debriefing dengan seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, kami mengusulkan agar operasi SAR ditutup secara resmi dan dilanjutkan dengan fase siaga,” tambah Mardi.

Sebelumnya, insiden nahas itu terjadi pada Rabu siang (30/7/2025) saat Sri Wahyuni (33) bersama anaknya Nabila tengah mencuci pakaian di tepi Sungai Mahakam. Saat sang anak terpeleset dan jatuh ke sungai, Sri Wahyuni mencoba menolong namun ikut terseret arus dan tenggelam. Jenazah sang ibu ditemukan lebih dahulu oleh suaminya bersama warga sekitar.

Selama proses pencarian, tim dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain arus bawah yang deras, suhu ekstrem, kehadiran binatang buas, serta banyaknya ranting dan kayu yang menghalangi pergerakan.

Meski begitu, Mardi menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ini adalah bentuk nyata kerja sama lintas instansi dalam upaya kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH