Menu ✖

Mode Gelap
PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

BERITA DAERAH · 21 Nov 2023 08:33 WITA ·

Tari Wiroen dan Tari Topeng Yang Menggambarkan Marwah Seorang Pria Dalam Menghadapi Tantangan


 Tari Wiroen dan Tari Topeng Yang Menggambarkan Marwah Seorang Pria Dalam Menghadapi Tantangan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Tari Wiroen melalui tarian topeng yang dilakukan oleh Sanggar Seni Sangkoh Piatu menggambarkan cerita tentang seorang pria yang memiliki gerakan gemulai dan elegan yang menyerupai seorang wanita bernama Wiroen.

Melalui keindahan dan kekuatan gerakan tari serta penggunaan topeng putih sebagai simbol kebaikan, tarian ini mampu mengingatkan kita akan pentingnya menghargai keberagaman dan kekuatan dalam setiap individu, serta menantang stereotip gender yang ada dalam masyarakat.

Tari Wiroen menjadi sarana untuk merayakan keunikan setiap individu dan memperkaya pemahaman kita tentang kebaikan, keindahan, dan keseimbangan yang ada dalam dunia ini.Suatu ketika, saat Wiroen sedang berada dalam keadaan yang damai dan tenang, tiba-tiba datang seorang bota yang misterius.

Bota tersebut mengenakan topeng merah menyala yang menyeramkan, dengan rambut panjang yang tergerai indah menambah kesan mistisnya. Topeng merah yang ia kenakan menggambarkan dirinya sebagai sosok antagonis jahat yang ingin merusak segala kebaikan.

Tanpa ampun, bota tersebut mengganggu kedamaian yang Wiroen nikmati. Ia melancarkan serangan terhadap Wiroen tanpa alasan yang jelas, mungkin semata ingin menunjukkan kekuatannya sebagai sosok yang berkuasa. Wiroen, yang tidak menyangka akan datangnya ancaman ini, tidak berdaya dan harus berjuang menghadapi serangannya.

Bota yang jahat melepaskan panah dari busurnya dan tepat mengenai tubuh Wiroen. Rasa sakit menusuk tubuhnya, dan Wiroen merasakan betapa rentannya ia dalam menghadapi bahaya. Namun, di tengah kesakitan itu, Wiroen secara tidak sengaja menyentuh “sumik”, sebuah benda yang terjatuh di dekatnya.

Saat sekilas menyentuh “sumik” itu, Wiroen merasakan kejutan yang tiba-tiba mengalir ke dalam dirinya. Rasa sakit tidak lagi mendominasi pikirannya, melainkan datang ketenangan dan kejernihan yang membantu Wiroen memahami sesuatu yang baru. Dalam momen itu, ia menyadari identitas sejati dirinya sebagai seorang lelaki yang tangguh dan pemberani.

Dengan menyentuh “sumik” tersebut, Wiroen tersadarkan bahwa sebagai seorang lelaki, ia memiliki kewajiban untuk menghadapi segala rintangan yang ada di hadapannya. Seorang lelaki harus mampu mengatasi tantangan dan menjaga keadilan, bahkan jika itu berarti menghadapi musuh yang tangguh seperti bota dengan topeng merah yang menyeramkan itu.

Dijelaskan Pembina Sanggar Seni Sangkoh Piatu, Aji Efri bahwa Penggambaran Kisah dalam Tari Wiroen ini menggambarkan keberanian sebagai seorang pria untuk menghadapi segala tantangan.

“Jadi kisah ini merupakan simbolis tentang panji, keberanian yang harus dimiliki seorang pria untuk menghadapi setiap tantangan,” ujar Aji Efri Pembina Sanggar Seni Sangkoh Piatu.

Tarian topeng ini ditampilkan oleh 9- 10 orang penari, dengan komposisi 8 penari Wanita dan 2 lainnya penari pria. Tari topeng ini biasanya dibawakan oleh Sanggar Seni Sangkoh Piatu dalam pertunjukan atau festival tertentu. Dan biasanya dibawakan oleh anak – anak muda. Aji Efri berharap untuk kelestarrian tari topeng kedepannya dapat lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Harapannya untuk tari topeng kedepannya harus lebih semangat lagi karena kita haurs melestarikan tarian topeng khas kutai ini,” tutupnya.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH