Menu

Mode Gelap
Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026 Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

BERITA DAERAH · 21 Nov 2023 08:33 WITA ·

Tari Wiroen dan Tari Topeng Yang Menggambarkan Marwah Seorang Pria Dalam Menghadapi Tantangan


 Tari Wiroen dan Tari Topeng Yang Menggambarkan Marwah Seorang Pria Dalam Menghadapi Tantangan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Tari Wiroen melalui tarian topeng yang dilakukan oleh Sanggar Seni Sangkoh Piatu menggambarkan cerita tentang seorang pria yang memiliki gerakan gemulai dan elegan yang menyerupai seorang wanita bernama Wiroen.

Melalui keindahan dan kekuatan gerakan tari serta penggunaan topeng putih sebagai simbol kebaikan, tarian ini mampu mengingatkan kita akan pentingnya menghargai keberagaman dan kekuatan dalam setiap individu, serta menantang stereotip gender yang ada dalam masyarakat.

Tari Wiroen menjadi sarana untuk merayakan keunikan setiap individu dan memperkaya pemahaman kita tentang kebaikan, keindahan, dan keseimbangan yang ada dalam dunia ini.Suatu ketika, saat Wiroen sedang berada dalam keadaan yang damai dan tenang, tiba-tiba datang seorang bota yang misterius.

Bota tersebut mengenakan topeng merah menyala yang menyeramkan, dengan rambut panjang yang tergerai indah menambah kesan mistisnya. Topeng merah yang ia kenakan menggambarkan dirinya sebagai sosok antagonis jahat yang ingin merusak segala kebaikan.

Tanpa ampun, bota tersebut mengganggu kedamaian yang Wiroen nikmati. Ia melancarkan serangan terhadap Wiroen tanpa alasan yang jelas, mungkin semata ingin menunjukkan kekuatannya sebagai sosok yang berkuasa. Wiroen, yang tidak menyangka akan datangnya ancaman ini, tidak berdaya dan harus berjuang menghadapi serangannya.

Bota yang jahat melepaskan panah dari busurnya dan tepat mengenai tubuh Wiroen. Rasa sakit menusuk tubuhnya, dan Wiroen merasakan betapa rentannya ia dalam menghadapi bahaya. Namun, di tengah kesakitan itu, Wiroen secara tidak sengaja menyentuh “sumik”, sebuah benda yang terjatuh di dekatnya.

Saat sekilas menyentuh “sumik” itu, Wiroen merasakan kejutan yang tiba-tiba mengalir ke dalam dirinya. Rasa sakit tidak lagi mendominasi pikirannya, melainkan datang ketenangan dan kejernihan yang membantu Wiroen memahami sesuatu yang baru. Dalam momen itu, ia menyadari identitas sejati dirinya sebagai seorang lelaki yang tangguh dan pemberani.

Dengan menyentuh “sumik” tersebut, Wiroen tersadarkan bahwa sebagai seorang lelaki, ia memiliki kewajiban untuk menghadapi segala rintangan yang ada di hadapannya. Seorang lelaki harus mampu mengatasi tantangan dan menjaga keadilan, bahkan jika itu berarti menghadapi musuh yang tangguh seperti bota dengan topeng merah yang menyeramkan itu.

Dijelaskan Pembina Sanggar Seni Sangkoh Piatu, Aji Efri bahwa Penggambaran Kisah dalam Tari Wiroen ini menggambarkan keberanian sebagai seorang pria untuk menghadapi segala tantangan.

“Jadi kisah ini merupakan simbolis tentang panji, keberanian yang harus dimiliki seorang pria untuk menghadapi setiap tantangan,” ujar Aji Efri Pembina Sanggar Seni Sangkoh Piatu.

Tarian topeng ini ditampilkan oleh 9- 10 orang penari, dengan komposisi 8 penari Wanita dan 2 lainnya penari pria. Tari topeng ini biasanya dibawakan oleh Sanggar Seni Sangkoh Piatu dalam pertunjukan atau festival tertentu. Dan biasanya dibawakan oleh anak – anak muda. Aji Efri berharap untuk kelestarrian tari topeng kedepannya dapat lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Harapannya untuk tari topeng kedepannya harus lebih semangat lagi karena kita haurs melestarikan tarian topeng khas kutai ini,” tutupnya.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Samarinda Dalami Dugaan Pergeseran Titik Koordinat pada SPMB 2026

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Serapan Anggaran Disdikbud Baru 21 Persen, SPMB Juga Jadi Evaluasi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Pariwisata, Iswandi: Sulit Berkembang Jika Dana Hanya Rp503 Juta

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Usulkan Dinas Pariwisata Berdiri Sendiri, Dinilai Mampu Dongkrak PAD Samarinda

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

Perumdam Samarinda Fokus Optimalkan IPA Lama, Target Layani 3.500 Pelanggan Baru di Palaran

1 Juli 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH