Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 19 Agu 2026 13:00 WITA ·

Yonarmed 22/Kesumawira Diresmikan, Pertahanan Kaltim Diperkuat Hadapi Tantangan Strategis


 Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meresmikan Satuan Yonarmed 22/Kesumawira di Kutai Kartanegara, Rabu (19/8/2026). Foto: Indirwan. Perbesar

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meresmikan Satuan Yonarmed 22/Kesumawira di Kutai Kartanegara, Rabu (19/8/2026). Foto: Indirwan.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Penguatan pertahanan di wilayah Kalimantan Timur terus dilakukan seiring semakin strategisnya posisi kawasan tersebut. Salah satunya melalui peresmian Satuan Yonarmed 22/Kesumawira oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Kutai Kartanegara, Rabu (19/8/2026).

Peresmian satuan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan sekaligus memperkuat kemampuan TNI dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah Kalimantan.

Kegiatan peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, serta sejumlah pejabat terkait.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan keberadaan Yonarmed 22/Kesumawira memiliki peran penting karena Kalimantan merupakan wilayah strategis dengan potensi dan sumber daya yang besar.

Menurutnya, perkembangan kawasan juga diikuti dengan dinamika dan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Karena itu, penguatan satuan pertahanan diperlukan untuk memastikan kesiapan dalam menjaga wilayah dan kepentingan nasional.

“Wilayah Kalimantan sangat strategis. Tantangannya juga semakin kompleks,” ujar Krido.

Ia menjelaskan, penguatan pertahanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa.

Krido mencontohkan, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sesuai bidang masing-masing. Pelajar dan mahasiswa dapat berkontribusi melalui pendidikan, sedangkan masyarakat yang bergerak di bidang usaha dapat berperan dengan menjalankan kegiatan ekonomi secara produktif.

“Bela negara bukan hanya urusan militer,” jelasnya.

Menurut Krido, sikap disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat persatuan menjadi modal penting dalam membangun kekuatan nasional. Sinergi antara unsur pertahanan, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diperlukan agar stabilitas wilayah dapat terus terjaga.

Pemprov Kaltim Dukung Penguatan Alutsista

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengapresiasi peresmian Yonarmed 22/Kesumawira serta penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Kaltim.

Menurutnya, keberadaan satuan tersebut menjadi tambahan kekuatan dalam mendukung sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah yang memiliki bentang geografis luas.

Seno Aji menyebut luas wilayah Kaltim mencapai sekitar 127 ribu kilometer persegi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengawasan dan menjaga keamanan seluruh wilayah.

“Ini akan semakin memperkuat pertahanan NKRI,” kata Seno Aji.

Ia berharap tambahan kekuatan dan alutsista tersebut dapat meningkatkan kemampuan pertahanan sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di wilayah Kaltim.

“Wilayah Kaltim sangat luas. Alutsista baru tentu sangat membantu,” ujarnya.

Seno Aji menilai penguatan pertahanan semakin penting mengingat posisi Kaltim kini semakin strategis dalam perkembangan nasional, termasuk dengan keberadaan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemprov Siapkan Rekayasa Cuaca

Selain persoalan pertahanan, Seno Aji juga menyampaikan kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemprov Kaltim menyiapkan opsi rekayasa cuaca apabila curah hujan belum sesuai harapan hingga akhir September atau memasuki Oktober.

Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dampak kondisi cuaca sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau akhir September belum hujan, kami akan siapkan rekayasa cuaca,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya Yonarmed 22/Kesumawira, pemerintah berharap penguatan pertahanan di Kaltim dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Keberadaan satuan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan Kalimantan.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH