Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 10 Mar 2026 09:00 WITA ·

62 Dugaan Kasus Campak di Samarinda Masih Diteliti, Dinkes Minta Warga Tak Panik


 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan puluhan kasus dugaan campak yang ditemukan di wilayah tersebut hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien harus diperiksa di laboratorium di luar daerah.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menyebut saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih dalam tahap pemantauan. Seluruh sampel telah dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan untuk memastikan hasil pemeriksaan.

“Untuk memastikan apakah itu campak atau tidak, sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan. Jadi memang perlu waktu karena pemeriksaannya tidak dilakukan di Samarinda,” ujar Ismed usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan, status suspect belum berarti pasien tersebut positif campak. Hingga saat ini, Samarinda juga belum menunjukkan tanda-tanda terjadinya kejadian luar biasa (KLB).

“Kalau masih suspect artinya masih dugaan, belum tentu positif. Biasanya kalau KLB itu terlihat dari lonjakan kasus yang sangat tinggi. Di Samarinda sejauh ini belum ada indikasi ke arah sana,” jelasnya.

Menurut Ismed, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh tingginya cakupan imunisasi campak di Samarinda. Tingkat vaksinasi yang baik dinilai telah membentuk kekebalan komunal sehingga dapat menekan penyebaran penyakit.

“Campak ini bisa dicegah dengan vaksin. Di Samarinda cakupan imunisasinya cukup baik, jadi sudah terbentuk kekebalan komunal,” katanya.

Meski situasi masih terkendali, Dinkes tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan kasus.

“Kalau ada kenaikan kasus, tenaga kesehatan diminta segera melaporkan agar bisa langsung kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Menjelang Idulfitri, masyarakat juga diimbau memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, mengingat campak paling sering menyerang bayi dan balita.

“Pastikan anak-anak mendapat vaksin campak tepat waktu, karena penyakit ini paling banyak menyerang bayi dan balita,” tutup Ismed.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH