KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menegaskan bahwa penanganan banjir di Samarinda tidak bisa hanya mengandalkan satu titik prioritas. Baik Sungai Karang Mumus maupun Sungai Mahakam disebutnya memiliki fungsi penting dalam mengatur arus air yang masuk ke wilayah kota.
Ia menjelaskan, pilihan Pemkot Samarinda untuk mempercepat normalisasi Karang Mumus didorong oleh kuatnya arus dari daerah hulu yang membawa limpahan air dalam volume besar. Kondisi ini memengaruhi sejumlah kawasan permukiman yang rutin mengalami genangan pada saat hujan deras.
Sementara itu, langkah Pemprov Kaltim memprioritaskan pengerukan Mahakam dinilai sebagai respon atas pendangkalan sungai besar yang menjadi jalur utama aliran air di kawasan tengah kota. Menurut Subandi, dua pendekatan teknis tersebut sama-sama valid.
“Keduanya memiliki dasar analisis yang kuat. Tidak ada yang lebih penting, karena keduanya berpengaruh langsung terhadap banjir di Samarinda,” ujarnya.
Ia berharap perbedaan fokus tidak menjadi hambatan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyusun strategi komprehensif pengendalian banjir
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












