KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Kegiatan reses yang dilaksanakan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, di Desa Barambai beberapa waktu lalu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di lingkungan mereka. Sejumlah persoalan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut didominasi kebutuhan infrastruktur dasar, fasilitas lingkungan, hingga penanganan sampah yang dinilai masih perlu perhatian serius dari pemerintah.
Andriansyah mengatakan, masyarakat berharap pembangunan di wilayah mereka dapat terus ditingkatkan guna menunjang aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup warga. Berbagai usulan yang disampaikan meliputi perbaikan fasilitas umum, penerangan jalan lingkungan, pembangunan sarana pendukung permukiman, hingga penanganan titik-titik yang dinilai rawan dan membutuhkan perhatian segera.
“Sebagian besar aspirasi yang kami terima masih berkaitan dengan infrastruktur dan persoalan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat berharap adanya pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas fasilitas yang ada di wilayah mereka,” ujar Andriansyah saat ditemui media, Kamis (4/6/2026).
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian utama warga adalah kondisi sebuah masjid yang baru selesai dibangun dan kini telah digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, masjid tersebut telah dimanfaatkan masyarakat untuk pelaksanaan Salat Idulfitri.
Namun demikian, warga mengeluhkan belum adanya pembangunan turap penahan tanah di area sekitar masjid. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko erosi maupun longsor yang berpotensi mengancam keamanan bangunan dan jamaah yang beraktivitas di dalamnya.
“Warga berharap pembangunan turap bisa segera direalisasikan. Masjid ini sudah digunakan masyarakat setiap hari, sehingga aspek keamanan bangunan harus menjadi perhatian bersama,” kata Andriansyah.
Menurutnya, usulan pembangunan turap tersebut merupakan kebutuhan yang cukup mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Ia menilai keberadaan rumah ibadah yang aman dan nyaman menjadi salah satu fasilitas penting yang harus mendapat dukungan pemerintah.
Selain persoalan infrastruktur, masalah pengelolaan sampah juga menjadi keluhan yang banyak disampaikan warga. Andriansyah mengungkapkan bahwa persoalan sampah hampir selalu muncul dalam setiap agenda reses yang dilaksanakannya di berbagai wilayah Kota Samarinda.
Menurutnya, penanganan sampah tidak hanya membutuhkan peningkatan fasilitas dan layanan dari pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara instan. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, mulai dari peningkatan fasilitas pengelolaan sampah hingga edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta mencegah berbagai persoalan lain seperti banjir dan pencemaran.
Sebagai wakil rakyat, Andriansyah memastikan seluruh aspirasi yang diterima selama kegiatan reses akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD Kota Samarinda. Ia berkomitmen mengawal usulan-usulan tersebut agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah sesuai dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.
“Kami akan berupaya mengawal setiap usulan masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan dan direalisasikan sesuai dengan skala prioritas yang ada. Reses ini menjadi sarana penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat tersampaikan dan diperjuangkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Andriansyah berharap hubungan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan memperoleh solusi yang tepat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












