KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur resmi menghentikan Operasi SAR terhadap Hasriarto (37), nelayan asal Desa Muara Badak Ulu yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan kapal di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Keputusan tersebut diambil pada Senin (21/7/2026) setelah pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil.
Hasriarto diketahui berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Sehari kemudian, Kamis (16/7/2026) pukul 08.00 WITA, warga bersama nelayan menemukan kapal miliknya dalam kondisi setengah tenggelam di Perairan Muara Berau. Namun, korban tidak berada di lokasi sehingga kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Basarnas.
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, mengatakan Tim SAR Gabungan telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari korban. Pada hari terakhir operasi, pencarian dilakukan di area seluas 587 nautical mile persegi melalui penyisiran jalur perairan dan pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban.
“Seluruh metode pencarian telah kami laksanakan sesuai rencana operasi, namun korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Operasi melibatkan Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Muara Badak, Potensi SAR Muara Badak, keluarga korban, serta nelayan setempat. Berbagai peralatan, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat, peralatan SAR air, selam, komunikasi, hingga peralatan medis, turut dikerahkan untuk mendukung pencarian.
Meski cuaca selama operasi relatif cerah, gelombang yang cukup tinggi di lokasi kejadian menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan.
Setelah evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur SAR, disepakati operasi pencarian dihentikan. Seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing, namun pemantauan tetap dilakukan apabila muncul informasi baru yang dapat mengarah pada keberadaan korban.
“Operasi SAR kami tutup berdasarkan hasil evaluasi bersama dan kesepakatan seluruh unsur yang terlibat,” kata Dwi.
Basarnas Balikpapan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, nelayan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian sejak hari pertama operasi.
Sumber: Basarnas Kaltim @2026












