Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 10 Jun 2026 10:00 WITA ·

Dukungan Provinsi Diperkuat, Translokasi Badak Pari Jadi Harapan Selamatkan Badak Kalimantan


 Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menyatukan komitmen dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), untuk memperkuat upaya translokasi Badak Pari Mahulu sebagai langkah strategis menyelamatkan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang kini berada di ambang kepunahan. Perbesar

Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menyatukan komitmen dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), untuk memperkuat upaya translokasi Badak Pari Mahulu sebagai langkah strategis menyelamatkan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang kini berada di ambang kepunahan.

KUTAIPANRITA.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah memperkuat upaya penyelamatan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang kini berada di ambang kepunahan. Melalui Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), berbagai pemangku kepentingan menyatukan komitmen untuk mendukung translokasi Badak Pari Mahulu sebagai langkah strategis menjaga kelangsungan spesies langka tersebut.

Rapat yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur itu menjadi tindak lanjut berbagai program konservasi yang sebelumnya dilakukan di tingkat daerah. Kini, dukungan diperluas hingga tingkat provinsi agar proses penyelamatan berjalan lebih komprehensif dan terkoordinasi.

Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Budi Mulyanto, mengatakan rapat tersebut bertujuan menyosialisasikan program penyelamatan Badak Pari Mahulu sekaligus menghimpun dukungan yang lebih luas dari pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan.

“Program ini merupakan kelanjutan dari upaya yang sebelumnya telah dilakukan BKSDA Kalimantan Timur di tingkat daerah. Kini perlu diperluas di tingkat provinsi agar dukungan terhadap penyelamatan badak di Kalimantan semakin komprehensif,” ujarnya.

Menurut Budi, keterlibatan pemerintah provinsi sangat penting karena proses penyelamatan membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari aspek teknis, pendanaan, hingga dukungan kebijakan.

“Harapannya, dukungan tidak hanya datang dari daerah, tetapi juga dari pemerintah provinsi sehingga proses penyelamatan Badak Pari Mahulu dapat berjalan lebih baik dengan dukungan yang lebih kuat,” katanya.

Saat ini, Badak Kalimantan hanya tersisa dua individu betina, yakni Pahu yang berada di Suaka Badak Kelian dan Pari Mahulu yang masih hidup di alam liar di Mahakam Ulu. Kondisi tersebut membuat peluang perkembangbiakan di habitat alami nyaris tidak ada, sehingga translokasi dinilai menjadi langkah paling realistis untuk menyelamatkan materi genetik yang masih tersisa.

Budi menegaskan, penyelamatan Badak Pari bukan sekadar melindungi satu individu satwa, tetapi juga menjaga aset konservasi nasional yang sangat berharga.

“Pemerintah provinsi sejauh ini mendukung penuh pelaksanaan kegiatan penyelamatan Pari karena proses ini merupakan upaya menyelamatkan aset nasional dan aset negara,” ungkapnya.

Melalui translokasi ke Suaka Badak Kelian, pemerintah membuka peluang penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) atau teknologi reproduksi berbantuan, termasuk program bayi tabung dan konservasi materi genetik untuk mendukung pengembangbiakan di masa depan.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan habitat asli Badak Pari di Mahakam Ulu tetap akan dipertahankan dan diusulkan sebagai areal preservasi kepada pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan memastikan kawasan tersebut tetap menjadi habitat konservasi dan dapat digunakan sebagai lokasi pelepasliaran apabila populasi Badak Kalimantan berhasil bertambah di masa mendatang.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH