Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026 Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 17:00 WITA ·

DPRD Samarinda Harap Seluruh Persoalan Terowongan Selili Tuntas Sebelum Beroperasi


 Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait harapan agar seluruh persoalan proyek Terowongan Selili dapat diselesaikan sebelum resmi dibuka untuk masyarakat. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait harapan agar seluruh persoalan proyek Terowongan Selili dapat diselesaikan sebelum resmi dibuka untuk masyarakat. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, berharap seluruh persoalan yang masih terkait dengan proyek Terowongan Selili dapat diselesaikan sebelum fasilitas tersebut resmi dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.

Saat ditemui wartawan, Senin (15/6/2026), Abdul Rohim menyebut pihaknya menerima informasi masih adanya proses pembebasan lahan di kawasan atas terowongan. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan detailnya karena belum melakukan peninjauan terbaru ke lapangan.

“Kami belum cek detail perkembangan terakhir,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil inspeksi sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda masih menangani sejumlah bidang lahan yang belum rampung dibebaskan. Proses tersebut saat ini disebut masih berjalan di tingkat pemerintah daerah.

Abdul Rohim menegaskan, persoalan lahan tersebut tidak berkaitan langsung dengan kondisi fisik terowongan. Ia menyebut secara konstruksi, infrastruktur tersebut telah berada dalam kondisi siap setelah dilakukan berbagai penyempurnaan oleh pihak pelaksana proyek.

Meski demikian, ia menilai penyelesaian persoalan nonteknis tetap penting agar tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat saat terowongan mulai dioperasikan.

“Yang penting semua jelas dulu,” katanya.

Ia menambahkan, tingkat kepercayaan publik terhadap infrastruktur publik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik bangunan, tetapi juga oleh tuntasnya seluruh aspek pendukung, termasuk administrasi dan lahan.

Karena itu, DPRD berencana meminta penjelasan resmi dari pihak terkait untuk memastikan sejauh mana progres penyelesaian pembebasan lahan tersebut. Klarifikasi diperlukan agar tidak ada hambatan yang tersisa menjelang operasionalisasi.

Abdul Rohim juga menyoroti tingginya harapan masyarakat terhadap pemanfaatan Terowongan Selili yang telah lama ditunggu sebagai solusi pengurai kemacetan di Kota Samarinda. Menurutnya, ekspektasi tersebut harus diimbangi dengan kepastian waktu pengoperasian.

Selain persoalan lahan, ia menegaskan bahwa yang paling krusial saat ini adalah percepatan penerbitan izin operasional dari pemerintah pusat. Tanpa izin tersebut, terowongan belum dapat difungsikan secara resmi meskipun secara fisik telah selesai.

“Harapannya saat dibuka nanti semua sudah tuntas, supaya masyarakat bisa menggunakannya dengan nyaman dan percaya diri,” pungkasnya.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD

30 Juni 2026 - 19:00 WITA

Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026

30 Juni 2026 - 18:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar

30 Juni 2026 - 17:00 WITA

Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola

30 Juni 2026 - 16:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

30 Juni 2026 - 15:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Anggaran Pengelolaan Aset, Minta Target Kinerja Lebih Terukur

30 Juni 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH