Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 1 Jul 2026 18:00 WITA ·

Minim Anggaran, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Destinasi Wisata Berbasis Budaya


 Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyoroti minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata yang dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyoroti minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata yang dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai minimnya alokasi anggaran sektor pariwisata masih menjadi hambatan utama dalam mengembangkan destinasi wisata di Kota Tepian. Kondisi tersebut membuat program yang dijalankan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) masih didominasi kegiatan rutin, sehingga belum mampu menghadirkan objek wisata baru yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.

Pernyataan itu disampaikan Rusdi Doviyanto usai mengikuti rapat kerja Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama Disporapar di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026). Dalam rapat tersebut, DPRD mengevaluasi program kerja sekaligus pembahasan anggaran sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata.

Rusdi Doviyanto mengatakan, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar pemerintah dapat menghadirkan inovasi dan membangun destinasi baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau anggarannya sangat kecil, yang bisa dilakukan hanya kegiatan rutin. Padahal, membangun destinasi wisata membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, Samarinda memang tidak memiliki banyak objek wisata alam seperti daerah lain. Karena itu, pemerintah harus lebih kreatif menggali potensi yang dimiliki serta memperkuat identitas pariwisata daerah agar memiliki daya saing.

Rusdi Doviyanto menilai keberadaan Teras Samarinda telah menjadi salah satu ikon baru yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa wisatawan yang datang ke Samarinda juga membutuhkan pilihan destinasi lain agar lama tinggal mereka semakin panjang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

“Jangan sampai orang datang ke Samarinda hanya ke Teras Samarinda, lalu selesai. Kita harus punya lebih banyak pilihan destinasi,” katanya.

Ia juga menilai wisata kuliner saja belum cukup menjadi pembeda karena hampir seluruh daerah kini mengembangkan sektor tersebut. Menurutnya, Samarinda perlu membangun identitas wisata yang lebih kuat melalui pengembangan seni, budaya, dan kearifan lokal.

Salah satu potensi yang dinilai layak menjadi destinasi unggulan adalah Desa Budaya Pampang. Rusdi mengatakan, kekayaan budaya Dayak yang dimiliki kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi apabila dikelola secara profesional, didukung promosi yang berkelanjutan, serta dilengkapi fasilitas yang memadai.

Ia mencontohkan daerah seperti Yogyakarta dan Bali yang berhasil menjadikan budaya sebagai kekuatan utama sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang menikmati panorama, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Menurut Rusdi Doviyanto, atraksi budaya di Desa Budaya Pampang seharusnya dapat dikembangkan agar lebih sering ditampilkan, sehingga wisatawan yang datang di luar jadwal pertunjukan tetap dapat menikmati kekayaan budaya lokal.

Selain itu, ia meminta kejelasan mengenai pola pengelolaan kawasan Desa Budaya Pampang, apakah dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau melibatkan investor. Kepastian model pengelolaan tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menentukan bentuk dukungan, baik melalui penguatan infrastruktur, promosi, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Rusdi Doviyanto berharap Pemerintah Kota Samarinda memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pariwisata dalam penyusunan anggaran mendatang. Menurutnya, dengan dukungan pendanaan yang memadai serta pengembangan destinasi berbasis budaya, sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan PAD Kota Samarinda.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH