KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memprioritaskan pemerataan pembangunan sektor pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran. Langkah ini dinilai penting agar seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa memandang lokasi sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya terfokus di wilayah perkotaan. Menurutnya, sekolah di daerah pinggiran juga harus mendapatkan fasilitas, tenaga pendidik, dan kualitas pembelajaran yang sama.
“Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada sekolah di pusat kota, sementara sekolah di pinggiran tertinggal,” kata Ismail, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh lokasi sekolah, tetapi juga oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta guru yang kompeten. Karena itu, peningkatan mutu tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan harus dilakukan secara merata.
Ismail menilai pemerataan fasilitas, seperti ruang kelas yang layak, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana penunjang lainnya, akan menciptakan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik.
Ia juga mengapresiasi penerapan sistem zonasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dinilai mampu mengurangi kesenjangan antarsekolah dan mengikis anggapan tentang sekolah favorit.
Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut harus diikuti dengan pemerataan kualitas sekolah. Tanpa peningkatan fasilitas dan mutu pendidikan di kawasan pinggiran, tujuan zonasi tidak akan tercapai secara optimal.
“Masih ada ruang kelas berbahan kayu yang perlu segera diganti menjadi bangunan permanen,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Ismail mendorong percepatan transformasi digital di sekolah-sekolah pinggiran. Menurutnya, akses terhadap teknologi pendidikan, termasuk buku elektronik dan perangkat pembelajaran digital, perlu diperluas agar siswa tidak tertinggal di era digital.
“Pemanfaatan buku elektronik akan memudahkan siswa belajar dan mengurangi ketergantungan pada buku cetak,” jelasnya.
Komisi IV DPRD Samarinda berharap pemerintah daerah terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi tenaga pendidik. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi seluruh anak di Kota Samarinda.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












