Menu

Mode Gelap
Basarnas Balikpapan Gandeng Konsulat Australia, Perkuat Koordinasi SAR untuk Kaltim dan IKN DPRD Samarinda Minta Pengawasan Angkutan Material Diperketat, Ceceran Muatan Ancam Keselamatan Pengendara DPRD Samarinda Dorong Penambahan Anggaran UMKM, Minta Produk Lokal Masuk Ritel Modern DPRD Samarinda Dorong Teras Samarinda Tahap II Dibuka Akhir Agustus, Administrasi Diminta Segera Rampung DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas Pembangunan

BERITA DAERAH · 28 Jul 2026 15:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas Pembangunan


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara merata agar seluruh siswa, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran, memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara merata agar seluruh siswa, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran, memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Pemerataan pembangunan sektor pendidikan di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Komisi IV menilai masih terdapat kesenjangan kualitas sarana dan prasarana antara sekolah di kawasan pusat kota dengan sekolah di wilayah pinggiran. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda didorong menjadikan pemerataan fasilitas pendidikan sebagai prioritas pembangunan agar seluruh peserta didik memperoleh layanan yang setara.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan. Menurutnya, seluruh anak di Kota Samarinda memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, tanpa membedakan lokasi sekolah maupun tempat tinggal mereka.

“Semua siswa harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Pemerataan pendidikan harus benar-benar diwujudkan,” kata Ismail, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, masih banyak sekolah di kawasan pinggiran yang memerlukan rehabilitasi ruang kelas, perbaikan gedung, hingga penambahan fasilitas penunjang pembelajaran. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan siswa serta menurunkan kualitas proses belajar mengajar apabila tidak segera mendapat perhatian pemerintah.

Menurut Ismail, pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan harus menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Samarinda. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah di wilayah pinggiran akan memiliki kesempatan yang sama dalam menciptakan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing.

Selain pembangunan fisik, DPRD menilai peningkatan mutu pendidikan juga harus diiringi dengan pemerataan kualitas tenaga pendidik. Pemerintah daerah diminta memperhatikan distribusi guru agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran.

“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan bangunan sekolah, tetapi juga kualitas guru yang mengajar di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerataan penempatan guru, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, serta pemberian dukungan bagi tenaga pendidik yang bertugas di daerah pinggiran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengapresiasi penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru. Menurutnya, kebijakan itu telah membantu mengurangi stigma sekolah favorit sekaligus menciptakan distribusi siswa yang lebih merata di berbagai sekolah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan sistem zonasi harus dibarengi dengan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan. Jika masih terdapat perbedaan yang mencolok antara sekolah di pusat kota dan pinggiran, maka tujuan pemerataan pendidikan belum sepenuhnya tercapai.

DPRD juga meminta Pemkot Samarinda mempercepat penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, terutama bagi sekolah-sekolah di kawasan pinggiran. Ketersediaan akses internet, laboratorium komputer, perangkat digital, hingga bahan ajar elektronik dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses pembelajaran di era digital.

Menurut Ismail, transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur teknologi yang dapat menunjang kualitas pembelajaran dan meningkatkan kompetensi siswa menghadapi perkembangan zaman.

Komisi IV DPRD berharap sinergi antara legislatif dan Pemerintah Kota Samarinda dapat mempercepat pemerataan pendidikan di seluruh wilayah. Dukungan anggaran yang tepat sasaran, pembangunan fasilitas yang merata, peningkatan kualitas guru, serta penguatan akses teknologi diyakini mampu memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa.

Dengan langkah tersebut, pemerataan pendidikan diharapkan tidak sekadar menjadi target pembangunan daerah, tetapi menjadi komitmen nyata dalam menciptakan generasi muda Samarinda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Balikpapan Gandeng Konsulat Australia, Perkuat Koordinasi SAR untuk Kaltim dan IKN

28 Juli 2026 - 19:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Pengawasan Angkutan Material Diperketat, Ceceran Muatan Ancam Keselamatan Pengendara

28 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penambahan Anggaran UMKM, Minta Produk Lokal Masuk Ritel Modern

28 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Teras Samarinda Tahap II Dibuka Akhir Agustus, Administrasi Diminta Segera Rampung

28 Juli 2026 - 16:00 WITA

DPD PUTRI Kaltim Gelar Forum NGOPI, Bahas Masa Depan Pariwisata di Era IKN

28 Juli 2026 - 09:00 WITA

Kendaraan di Samarinda Tembus 1 Juta Unit, DPRD Desak Pemkot Siapkan Transportasi Massal

27 Juli 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH