Menu

Mode Gelap
Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

BERITA DAERAH · 19 Mei 2025 09:15 WITA ·

Meski Gelar Berakhir, Api Semangat Pelestarian Budaya Para Sadi dan Sengkaka Tetap Membara


 Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id) Perbesar

Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu.

Itulah yang terlihat jelas dari 24 finalis Sadi dan Sengkaka Duta Budaya 2025 asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memukau dalam Malam Rekat Budaya, pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari rangkaian menuju pemilihan grand final Duta Budaya Kukar.

Para finalis menampilkan beragam kesenian tradisional yang tidak hanya menarik, tapi sarat makna. Dari Tari Topeng dan Tari Oleg yang memukau, hingga permainan tradisional seperti begasing dan behempas, serta pembacaan puisi dan tarsul, semua dipersembahkan dengan sepenuh hati.

Penampilan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk nyata kecintaan dan penghormatan mereka terhadap akar budaya daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo, menegaskan bahw,a tugas para Duta Budaya tidak berhenti saat masa jabatan mereka berakhir.

“Meskipun masa tugas mereka hanya sementara, semangat untuk menjaga dan mengembangkan budaya harus tetap hidup,” ujarnya.

“Mereka adalah wajah budaya Kukar di masyarakat dan pendorong utama pelestarian budaya di masa depan,” sambungnya.

Puji Utomo menambahkan bahwa alumni Sadi dan Sengkaka memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membina masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus mengenal dan mencintai budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar kompetisi atau gelar, melainkan sebuah panggilan jiwa yang harus dihidupi sepanjang hayat.

“Menjadi Sadi dan Sengkaka bukan sekadar gelar atau status, ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjadi pelopor budaya, menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan lestari di tangan generasi berikutnya,” tutup Puji Utomo. (ADV/DiskdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

9 Mei 2026 - 13:00 WITA

Dishub Samarinda Tegaskan Penertiban Parkir Pelajar Demi Keselamatan di Jalan Raya

9 Mei 2026 - 12:00 WITA

Viktor Yuan Minta Dishub Bijak Tertibkan Kendaraan Pelajar di Area Rumah Warga

9 Mei 2026 - 11:00 WITA

Viktor Yuan Minta Revitalisasi Pasar Segiri Dipersiapkan Matang

9 Mei 2026 - 10:00 WITA

Viktor Yuan Nilai KalaFest 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi UMKM Kaltim

9 Mei 2026 - 09:00 WITA

Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam

8 Mei 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH