Menu

Mode Gelap
Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

BERITA DAERAH · 1 Okt 2025 09:15 WITA ·

Rendi Solihin: APBD-P 2025 Kukar Hanya Pergeseran Anggaran, Tanpa Proyek Baru


 Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Selasa (30/9/2025) malam. (M. Fikri Khairi/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 tidak memunculkan program baru, khususnya di sektor infrastruktur. Menurutnya, perubahan APBD kali ini hanya bersifat pergeseran anggaran, sementara seluruh program yang telah tertuang dalam APBD murni tetap berjalan.

“Di perubahan ini tidak ada penambahan agenda infrastruktur baru, semua hanya pergeseran. Dan yang paling ditunggu adalah pencairan beasiswa,” ungkap Rendi, Selasa (30/9/2025) malam.

Rendi menekankan bahwa beasiswa daerah menjadi perhatian utama pemerintah. Saat ini, sekitar 4.000 mahasiswa penerima beasiswa Kukar masih menunggu pencairan, bahkan sebagian sudah menghadapi kendala biaya hidup.

“Banyak mahasiswa yang kosnya menunggak, ada yang belum bisa bayar penuh, dan kondisinya cukup berat. Setelah DPA keluar, beasiswa bisa segera dicairkan,” jelasnya.

Menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD, Rendi sepakat dengan dorongan untuk menggali lebih banyak potensi daerah. Ia menilai, Kukar tidak bisa terus bergantung pada pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan batu bara.

“Kami setuju potensi Kukar harus digali lebih dalam. Teman-teman DPRD punya banyak ide bagus, dan itu penting agar kita tidak hanya bergantung pada sumber yang sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan melalui inovasi dan gagasan baru. “Bukan soal siapa yang duduk di perusda atau berapa besar modalnya, tapi inovasi yang kita butuhkan. Ide-ide dari DPRD juga sangat berharga,” tambahnya.

Rendi mengingatkan, kondisi keuangan Kukar akan semakin menantang akibat kebijakan pemerintah pusat terkait DBH. Jika sebelumnya perputaran uang di Kukar bisa lebih dari Rp10 triliun, tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun.

“Kita sudah merasakan dampaknya sekarang. Tahun depan mungkin hanya separuhnya. Ini pasti akan berpengaruh pada perekonomian dan inflasi daerah,” pungkasnya.

 

Pewarta : M. Fikri Khairi
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif

16 Juli 2026 - 12:00 WITA

Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

15 Juli 2026 - 13:00 WITA

Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi

14 Juli 2026 - 18:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

14 Juli 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH