Menu

Mode Gelap
Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

BERITA DAERAH · 6 Okt 2025 09:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Ekspresi Budaya Tradisional


 Pelajar Kukar tampil dalam ajang Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Pelajar Kukar tampil dalam ajang Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGRA – Upaya menumbuhkan karakter dan jati diri pelajar melalui seni budaya terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya lewat kegiatan Ekspresi Budaya Tradisional Kukar 2025 yang digelar di Taman Titik Nol Tenggarong pada Sabtu (4/10/2025) malam.

Kegiatan ini tidak sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi media pendidikan karakter berbasis budaya lokal, di mana para pelajar diajak memahami nilai-nilai kearifan daerah melalui karya seni.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa pelibatan pelajar dalam kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Kutai.

“Kami ingin anak-anak memahami budaya sendiri sejak dini. Tidak hanya menonton, tapi ikut terlibat dan mengekspresikan diri lewat seni tradisional,” ungkap Puji.

Menurutnya, kegiatan rutin yang digelar setiap malam Minggu ini juga menjadi bagian dari strategi regenerasi pelaku seni tradisional, agar warisan budaya daerah tetap hidup di tangan generasi muda.

“Banyak pelaku seni tradisional kita yang sudah sepuh. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan penerusnya dari kalangan pelajar,” jelasnya.

Ragam penampilan ditampilkan dalam ajang ini, mulai dari tarsul, tari daerah, hingga bedandeng. Setiap peserta merupakan pelajar yang telah diseleksi melalui pendaftaran resmi ke panitia yang ditunjuk Disdikbud Kukar.

Puji menambahkan, penjadwalan di malam hari dipilih agar tidak mengganggu aktivitas belajar pelajar. Selain itu, lokasi di ruang publik juga diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi milik bersama. Bukan hanya tontonan, tapi juga pembelajaran dan kebanggaan bagi semua,” ujarnya.

Disdikbud Kukar menilai, kegiatan seperti ini penting sebagai bagian dari pendidikan nonformal yang menguatkan karakter dan kebanggaan daerah, terutama di tengah derasnya pengaruh budaya modern.

“Kalau mereka sejak kecil sudah mencintai budaya sendiri, nanti tumbuh rasa tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya,” tambah Puji.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ikon baru pelestarian budaya di Kukar yang berpihak pada pelajar dan generasi muda. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas

6 Mei 2026 - 09:30 WITA

Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah

5 Mei 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital

5 Mei 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret

5 Mei 2026 - 16:00 WITA

PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

5 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH