Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 28 Okt 2025 19:15 WITA ·

Dua Korban Tenggelam di Bendungan Benanga Ditemukan, Operasi SAR Samarinda Resmi Ditutup


 Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua jasad korban tenggelam di aliran Sungai Bendungan Benanga, Kota Samarinda, setelah melakukan upaya pencarian intensif selama dua hari. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Perbesar

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua jasad korban tenggelam di aliran Sungai Bendungan Benanga, Kota Samarinda, setelah melakukan upaya pencarian intensif selama dua hari. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Setelah dua hari melakukan pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua korban tenggelam di aliran Sungai Bendungan Benanga, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kedua korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian tanpa henti sejak laporan pertama diterima pada Senin (27/10/2025).

Operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Selasa (28/10/2025), pukul 07.00 WITA. Seluruh unsur SAR melakukan briefing dan kembali menyisir aliran sungai sejauh 1,5 kilometer ke arah hilir dari titik lokasi kejadian. Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 13.35 WITA, saat tim menemukan korban atas nama Wahyu (13) di koordinat 0°24’18.9″S – 117°10’39.0″E, atau sekitar dua kilometer dari lokasi awal.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Pos SAR Samarinda menyebutkan, arus sungai yang deras serta kondisi air yang keruh menjadi tantangan utama dalam pencarian. Namun, koordinasi yang solid antarinstansi berhasil mempercepat proses evakuasi.

Dalam operasi ini, Tim SAR menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car, rubber boat, peralatan selam, perlengkapan komunikasi, dan peralatan medis lapangan.

Unsur gabungan yang terlibat terdiri dari Pos SAR Samarinda, Satpolairud Polresta Samarinda, BPBD Kota Samarinda, relawan setempat, serta keluarga korban yang turut memantau di lokasi.

Setelah seluruh korban ditemukan, pada pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat. Berdasarkan hasil evaluasi dan laporan lapangan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Selanjutnya, seluruh unsur kembali ke satuannya masing-masing untuk melanjutkan tugas dan kesiapsiagaan terhadap potensi musibah serupa di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2025
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH