Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 4 Des 2025 14:18 WITA ·

Stagnansi Penurunan Stunting di Kaltim, DPRD Minta Pembinaan Kabupaten/Kota Diperkuat


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — DPRD Kalimantan Timur menyoroti lambannya penurunan prevalensi stunting di daerah. Berdasarkan data resmi, angka stunting yang pada 2021 berada di level 22,8 persen hanya turun menjadi 22,2 persen pada 2025. Penurunan 0,6 persen dalam empat tahun dianggap jauh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mengatakan lambatnya progres ini harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, terutama dalam membina kabupaten/kota yang menjadi pelaksana utama program penanganan.

“Saat ini masih ada beberapa daerah yang angka stuntingnya masih tinggi, itu yang jadi perhatian kami,” ujarnya.

Daerah dengan Angka Tertinggi Masih Sama

Agusriansyah menyebut tiga daerah yang dinilai membutuhkan pembinaan lebih signifikan, yaitu Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat.

Menurutnya, ketiga wilayah tersebut menghadapi tantangan yang cukup berat, meski pemerintah daerah masing-masing sudah menerapkan program intervensi gizi dan layanan kesehatan ibu-anak.

“Kita ingin upaya pengendalian diperkuat karena ini masuk prioritas nasional dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja daerah,” tegasnya.

Agusriansyah menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mempertahankan alokasi anggaran untuk penanganan stunting, namun keberhasilan di lapangan sepenuhnya bergantung pada eksekusi kabupaten dan kota.

Ia memperingatkan bahwa penilaian kinerja stunting juga memengaruhi besaran dana transfer pusat.

“Kinerja penanganan stunting turut mempengaruhi penilaian pemerintah pusat, termasuk dalam hal pemberian dan pemangkasan dana transfer,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong kabupaten/kota untuk memperluas intervensi pada keluarga berisiko, daerah pedesaan, serta kawasan yang sulit menjangkau layanan kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH