Menu ✖

Mode Gelap
Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi Gereja di IKN, Dipersiapkan Jadi Basilika Pertama di Indonesia Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

BERITA DAERAH · 4 Des 2025 14:18 WITA ·

Stagnansi Penurunan Stunting di Kaltim, DPRD Minta Pembinaan Kabupaten/Kota Diperkuat


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — DPRD Kalimantan Timur menyoroti lambannya penurunan prevalensi stunting di daerah. Berdasarkan data resmi, angka stunting yang pada 2021 berada di level 22,8 persen hanya turun menjadi 22,2 persen pada 2025. Penurunan 0,6 persen dalam empat tahun dianggap jauh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mengatakan lambatnya progres ini harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, terutama dalam membina kabupaten/kota yang menjadi pelaksana utama program penanganan.

“Saat ini masih ada beberapa daerah yang angka stuntingnya masih tinggi, itu yang jadi perhatian kami,” ujarnya.

Daerah dengan Angka Tertinggi Masih Sama

Agusriansyah menyebut tiga daerah yang dinilai membutuhkan pembinaan lebih signifikan, yaitu Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat.

Menurutnya, ketiga wilayah tersebut menghadapi tantangan yang cukup berat, meski pemerintah daerah masing-masing sudah menerapkan program intervensi gizi dan layanan kesehatan ibu-anak.

“Kita ingin upaya pengendalian diperkuat karena ini masuk prioritas nasional dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja daerah,” tegasnya.

Agusriansyah menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mempertahankan alokasi anggaran untuk penanganan stunting, namun keberhasilan di lapangan sepenuhnya bergantung pada eksekusi kabupaten dan kota.

Ia memperingatkan bahwa penilaian kinerja stunting juga memengaruhi besaran dana transfer pusat.

“Kinerja penanganan stunting turut mempengaruhi penilaian pemerintah pusat, termasuk dalam hal pemberian dan pemangkasan dana transfer,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong kabupaten/kota untuk memperluas intervensi pada keluarga berisiko, daerah pedesaan, serta kawasan yang sulit menjangkau layanan kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH