Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 08:01 WITA ·

DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat


 DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kerusakan berat yang melanda ruas jalan poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau memicu perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Jalur yang menjadi penghubung utama Berau—Kutai Timur—Samarinda itu kini berada dalam kondisi terburuknya dan memicu keluhan luas dari masyarakat.

Keluhan memuncak pada Sabtu (22/11/2025), saat warga melaporkan sejumlah titik jalan mengalami pergeseran badan jalan, longsor, hingga lubang besar yang tersebar di banyak lokasi. Pada malam hari, situasi menjadi jauh lebih berbahaya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengungkapkan kondisi lapangan yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau malam, risikonya lebih besar. Banyak kendaraan tergelincir karena tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Akibat kondisi ini, banyak warga memilih hanya bepergian pada siang hari. Sopir truk hingga pengangkut logistik juga terpaksa berhenti lama untuk menunggu kendaraan lain melalui titik-titik rawan karena satu kesalahan kecil dapat membuat kendaraan terperosok.

Di berbagai platform media sosial, keluhan masyarakat turut bermunculan, memperlihatkan skala kerusakan yang dinilai sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Syarifatul membenarkan hal tersebut.

“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda,” tuturnya.

Dari laporan yang dihimpun DPRD, sekitar 140,4 kilometer ruas jalan mengalami kerusakan berat, ditambah 21,08 kilometer kerusakan kategori ringan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada mobilitas warga, pengiriman logistik, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur vital tersebut.

Ruas ini merupakan jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, hingga komoditas tambang dari wilayah selatan Berau menuju Samarinda.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH