Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sosialisasi ke Pelaku Usaha BPS Samarinda Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Kombinasikan Metode Lapangan dan Digital RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto Curi Barang Pengunjung Air Terjun Perjiwa, Pria Ini Diciduk Saat Tertidur

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 17:00 WITA ·

DPRD Samarinda Desak Solusi Cepat Ancaman Penghentian Bantuan BPJS Warga Miskin


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menegaskan pentingnya langkah cepat dalam merespons ancaman penghentian bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu, serta meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan melalui kebijakan konkret tanpa berlarut menjadi polemik. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menegaskan pentingnya langkah cepat dalam merespons ancaman penghentian bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu, serta meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan melalui kebijakan konkret tanpa berlarut menjadi polemik. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menegaskan pentingnya langkah cepat dalam merespons ancaman penghentian bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. Ia meminta persoalan tersebut tidak terus menjadi polemik, melainkan segera diselesaikan melalui kebijakan konkret.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Menurutnya, sekitar 49 ribu warga prasejahtera di Samarinda yang selama ini ditanggung pemerintah provinsi harus tetap mendapatkan jaminan layanan kesehatan.

“Ini bukan ruang untuk saling berdebat, tapi bagaimana mencari solusi terbaik. Mereka warga kita yang wajib dilindungi,” tegasnya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti lemahnya komunikasi antara pemerintah kota dan DPRD dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menilai pembahasan terkait bantuan iuran selama ini belum melibatkan DPRD secara maksimal.

Anhar menyebut, jika pemerintah provinsi tidak lagi mampu menanggung iuran akibat keterbatasan anggaran, maka pemerintah kota harus sigap mengambil langkah dengan berkoordinasi bersama DPRD.

“Kalau memang menjadi tanggung jawab daerah, mari duduk bersama. Wali kota, gubernur, dan DPRD harus satu meja mencari jalan keluar,” ujarnya.

Ia memaparkan, saat ini sekitar 137 ribu warga Samarinda dijamin melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat, sekitar 49 ribu dari pemerintah provinsi, dan sekitar 117 ribu dibiayai melalui APBD kota. Secara keseluruhan, hampir 300 ribu jiwa atau sekitar 30 persen penduduk masih bergantung pada bantuan iuran.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya jumlah masyarakat berpenghasilan rendah di Samarinda. Karena itu, ia mendorong agar kebijakan anggaran lebih difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

“Ke depan, kita harus mendorong masyarakat lebih mandiri secara ekonomi, sehingga tidak terus bergantung pada bantuan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi negara.

Menutup pernyataannya, Anhar mengajak seluruh pihak mengedepankan sinergi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini tanggung jawab bersama. Yang terpenting, masyarakat tetap mendapatkan perlindungan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sosialisasi ke Pelaku Usaha

28 April 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Kombinasikan Metode Lapangan dan Digital

28 April 2026 - 12:30 WITA

RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan

27 April 2026 - 20:00 WITA

DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

Polemik Gereja di Mangkupalas, Pemkot Samarinda Masih Telusuri Proses Perizinan

27 April 2026 - 17:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Sistem Keuangan dan Aset, Dana Mengendap Hingga Sertifikasi Jadi Perhatian

27 April 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH