Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sosialisasi ke Pelaku Usaha BPS Samarinda Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Kombinasikan Metode Lapangan dan Digital RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto Curi Barang Pengunjung Air Terjun Perjiwa, Pria Ini Diciduk Saat Tertidur

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 19:00 WITA ·

Dorong UMKM, DPRD Samarinda Minta APBD Fokus Ciptakan Lapangan Kerja


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai upaya menekan angka pengangguran harus difokuskan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka mendorong agar kebijakan anggaran daerah lebih konkret dalam mendukung pertumbuhan sektor yang dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa APBD tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi ruang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau targetnya menurunkan pengangguran, maka anggaran harus diarahkan ke sektor yang benar-benar membuka lapangan kerja. UMKM itu salah satu yang paling potensial,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menyoroti belum jelasnya porsi anggaran khusus untuk UMKM. Menurutnya, transparansi dan komitmen pemerintah diperlukan agar dukungan terhadap sektor ini tidak sekadar wacana.

Anhar juga mengkritisi dominasi proyek infrastruktur dalam pembangunan. Meski penting, ia menilai dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja bersifat sementara.

“Pembangunan fisik itu perlu, tapi sifatnya sementara. Setelah selesai, tenaga kerja yang terlibat juga berkurang, bahkan sering kali berasal dari luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar angka. Sektor padat modal seperti tambang dinilai memiliki kontribusi terbatas terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sebagai langkah konkret, Anhar mendorong pemerintah mewajibkan penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan yang dibiayai APBD.

“Hal sederhana seperti penggunaan produk lokal di setiap kegiatan pemerintah itu dampaknya besar. Perputaran ekonomi jadi lebih terasa di masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kebijakan tersebut, APBD tidak hanya menjadi alat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sosialisasi ke Pelaku Usaha

28 April 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Kombinasikan Metode Lapangan dan Digital

28 April 2026 - 12:30 WITA

RDP DPRD Kukar Bahas Penertiban Tahura, Warga Minta Kejelasan dan Keadilan

27 April 2026 - 20:00 WITA

DPRD Kukar Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

Polemik Gereja di Mangkupalas, Pemkot Samarinda Masih Telusuri Proses Perizinan

27 April 2026 - 17:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Sistem Keuangan dan Aset, Dana Mengendap Hingga Sertifikasi Jadi Perhatian

27 April 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH