KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong pengembangan talenta digital melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi guru dalam program pilot project ekstrakurikuler robotika. Program ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pembelajaran teknologi sejak dini di lingkungan sekolah.
Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini juga diarahkan untuk membentuk kegiatan ekstrakurikuler robotika yang aktif serta mendorong siswa berpartisipasi dalam kompetisi robotik.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menyiapkan sumber daya manusia masa depan. “Pengembangan robotika merupakan bagian penting dalam membangun talenta yang memiliki future skills. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya saat pembukaan ToT di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa (21/04/2026).
Ia menambahkan, robotika menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal bidang STEAM secara lebih menarik dan aplikatif, sekaligus membantu menentukan arah karier sejak dini.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menyebut pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru secara menyeluruh. “Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas guru dalam memahami robotika, sekaligus keterampilan perakitan dan pemrograman robot. Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” katanya.
Program diawali dengan pelatihan daring pada 9–11 Maret 2026, dilanjutkan pelatihan luring pada 21–22 April 2026, serta pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda.
Sebanyak 20 sekolah, terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA di wilayah IKN, terlibat dalam program ini. Masing-masing sekolah juga mendapat dukungan perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot sebagai sarana praktik.
Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman para guru. Guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, Ayu Desi Wilujeng, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru. “Awalnya kami belum mengetahui robotika sama sekali. Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih memahami, apalagi dengan praktik langsung yang sangat membantu,” ujarnya.
Sementara itu, guru SMA Negeri 2 Samboja, Dwi Setyo Prabowo, menyebut pelatihan ini sebagai pengalaman pertama yang menantang.
“Saya merasa sangat tertarik karena ini hal baru, sementara perkembangan teknologi sangat cepat,” katanya.
“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang robotika dan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan,” tambahnya.
Melalui program ini, Otorita IKN berharap sekolah peserta dapat menjadi percontohan bagi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, kreatif, dan adaptif di wilayah IKN.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












