Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 15:00 WITA ·

DPRD Samarinda Tegas Soal Anggaran, Iswandi: Harus Berbasis Data dan Berdampak Nyata


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus didukung data yang akurat serta indikator kinerja yang terukur, khususnya di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus didukung data yang akurat serta indikator kinerja yang terukur, khususnya di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus didukung data akurat serta indikator kinerja yang terukur, terutama di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Ia menekankan, setiap kebijakan anggaran wajib memiliki dasar yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan. DPRD, kata dia, tidak akan ragu menolak usulan yang dinilai lemah dari sisi data.

“Kalau belanja modal masih rendah dan tidak ada kejelasan program yang berdampak langsung seperti penciptaan ribuan lapangan kerja, tentu itu jadi pertimbangan serius bagi kami,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Iswandi juga menyoroti dominasi belanja operasional dalam struktur anggaran BPKAD yang dinilai belum efisien. Ia mempertanyakan sejauh mana penggunaan anggaran tersebut memberi dampak nyata bagi daerah.

“Sebagian besar anggaran terserap untuk operasional. Yang jadi pertanyaan, indikator keberhasilannya apa? Jangan sampai hanya bersifat administratif tanpa hasil nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong evaluasi kinerja berbasis hasil, bukan sekadar tingkat serapan anggaran. Menurutnya, perbandingan antara anggaran yang dikeluarkan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi tolok ukur utama.

“Harus ada keseimbangan antara pengeluaran dan hasil. Kalau anggaran besar, dampaknya juga harus signifikan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung pengelolaan aset daerah yang dinilai belum optimal. DPRD meminta transparansi data terkait penyelesaian aset bermasalah serta efektivitas pemanfaatannya.

“Perlu kejelasan berapa aset yang sudah diselesaikan dan berapa yang masih menjadi beban. Ini penting untuk melihat kinerja secara utuh,” ungkapnya.

Iswandi menegaskan, peran BPKAD sangat strategis dalam menjaga kesehatan fiskal daerah. Jika pengelolaannya lemah, dampaknya bisa merembet ke seluruh struktur anggaran pemerintah kota.

“BPKAD ini pusatnya. Kalau tidak dikelola dengan baik, potensi kebocoran bisa terjadi di banyak sektor,” tandasnya.

Ke depan, ia memastikan DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan dengan pendekatan berbasis data dan indikator yang jelas.

“Fokus kita ke depan adalah data dan hasil yang terukur, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH