Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 23 Apr 2026 15:30 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Struktur Ekonomi, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Kuat


 Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

Wakil Ketua Pansus, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa meskipun capaian pertumbuhan ekonomi Samarinda tergolong tinggi, kualitasnya perlu ditinjau lebih dalam. Menurutnya, pertumbuhan yang baik tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari kekuatan struktur ekonomi yang menopangnya.

“Angka pertumbuhan memang menggembirakan, tapi kita perlu melihat apakah struktur ekonominya sudah kuat dan berimbang,” ujarnya usai rapat pembahasan.

Dalam evaluasi tersebut, DPRD mengacu pada indikator dalam dokumen RPJMD, seperti laju pertumbuhan ekonomi, rasio gini, serta kontribusi sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini masih didominasi oleh sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Kondisi ini dinilai berisiko jika terjadi tekanan pada sektor-sektor tersebut.

“Ketergantungan pada sektor tertentu membuat ekonomi kita rentan terhadap guncangan. Ini yang harus kita antisipasi,” jelasnya.

Abdul Rohim mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai memperkuat sektor alternatif yang memiliki potensi besar, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, hingga perdagangan skala kecil. Menurutnya, penguatan sektor-sektor ini tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap PDRB, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, DPRD juga menyoroti kemandirian fiskal daerah yang dinilai masih terbatas. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih sangat bergantung pada pajak, yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

“Ketika ekonomi melemah, kemampuan masyarakat membayar pajak juga turun. Ini langsung berdampak pada pendapatan daerah,” tegasnya.

DPRD berkomitmen menjadikan temuan ini sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota, agar kebijakan pembangunan ke depan lebih fokus pada diversifikasi ekonomi guna menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH