KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda memastikan arah kebijakan tahun 2026 tetap bertumpu pada penguatan layanan dasar masyarakat. Fokus tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, kepemudaan, hingga perlindungan anak dan pembangunan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat ditemui awak media, Rabu (6/5/2026).
“Fokus kami masih pada kebutuhan mendasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, kepemudaan, hingga perlindungan anak dan penguatan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, menjelang tahun ajaran baru, perhatian utama juga diarahkan pada kesiapan daya tampung sekolah, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta didik baru dapat tertampung dengan baik tanpa menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Namun demikian, ia mengakui bahwa sektor pendidikan di Samarinda masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait kekurangan tenaga pengajar. Hingga pertengahan 2026, kebutuhan guru diperkirakan mencapai ratusan orang dan berpotensi terus bertambah akibat pensiun maupun perpindahan tenaga pendidik.
“Kita melihat kebutuhan guru ini cukup besar. Ini harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kualitas pendidikan ke depan,” tegasnya.
Selain persoalan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi perhatian Komisi IV. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga harus didukung oleh fasilitas yang memadai dan merata.
Di sisi lain, kebijakan pembatasan perekrutan tenaga non-ASN turut mempengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan guru di daerah. Meskipun ada penambahan melalui jalur calon pegawai negeri sipil (CPNS), jumlah tersebut dinilai masih belum mampu menutup kekurangan yang ada.
“Kita perlu langkah strategis yang tetap sesuai regulasi, tetapi mampu menjawab kebutuhan di lapangan, terutama untuk tenaga pengajar,” lanjutnya.
Komisi IV DPRD Samarinda, kata dia, terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan solusi yang realistis dan berkelanjutan. Ia berharap berbagai kendala yang ada dapat diatasi secara bertahap, sehingga kualitas pendidikan di Kota Samarinda semakin meningkat.
“Target kita jelas, bagaimana Samarinda bisa berkembang lebih baik dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul,” tutupnya.
ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












