KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Pembukaan rute internasional Kuala Lumpur–Samarinda membuat perhatian DPRD Kaltim tertuju pada kesiapan fasilitas Bandara APT Pranoto. Bandara yang baru kembali aktif menerima penerbangan reguler ini dinilai harus mempercepat peningkatan kualitas sarana pendukung untuk memenuhi standar layanan internasional.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menegaskan bahwa masuknya maskapai luar negeri bukan sekadar penambahan rute, tetapi juga perubahan besar dalam tingkat pelayanan bandara.
“Fasilitas Bandara APT Pranoto harus siap menyambut ekspansi penerbangan internasional, termasuk dari maskapai luar negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan bandara harus mencakup berbagai aspek penting yakni kelancaran proses imigrasi dan bea cukai, penguatan sistem keamanan bandara, fasilitas ruang tunggu standar internasional, kesiapan layanan ground handling untuk maskapai asing, peningkatan koordinasi antar-operator bandara, serta kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi layanan penerbangan internasional.
DPRD Kaltim menilai rute internasional ini dapat menjadi pintu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, APT Pranoto harus menyiapkan seluruh layanan dengan standar yang tidak kalah dari bandara lain di Indonesia.
Dewan juga mendorong agar pengelola bandara memperkuat kerja sama dengan maskapai luar negeri untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan setelah rute tersebut benar-benar dibuka.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












