Menu

Mode Gelap
Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Otorita IKN Gelar Simulasi Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Niño 2026 Angkatan Perdana SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Tempati Kampus, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

BERITA DAERAH · 29 Sep 2025 18:15 WITA ·

Bepelas, Warisan Sakral yang Harus Dijaga di Tengah Arus Modernisasi


 Tari Pangeran Ganjur dalam rangkaian Ritual Bepelas pada Erau Adat Kutai 2025, yang digelar oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Tari Pangeran Ganjur dalam rangkaian Ritual Bepelas pada Erau Adat Kutai 2025, yang digelar oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ritual Bepelas kembali digelar dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025. Prosesi sakral ini bukan sekadar bagian dari tradisi keraton, tetapi juga warisan budaya yang mengandung nilai spiritual tinggi. Keberadaannya kini semakin penting untuk terus dilestarikan di tengah derasnya arus modernisasi.

Pamong Budaya Ahli Muda di Bidang Cagar Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, M. Saidar, menegaskan bahwa Bepelas adalah identitas Kutai yang tidak boleh hilang. Menurutnya, jika generasi sekarang lengah, maka tradisi keraton yang sarat makna ini bisa terkikis zaman.

“Bepelas ini adat yang sakral, bukan hanya tontonan. Inilah cara Sultan menjaga raga dan sukma agar tetap kuat selama prosesi Erau. Kalau kita tidak menjaga, bisa saja generasi mendatang hanya mengenal nama Bepelas tanpa pernah melihat ritualnya,” ujar Saidar, Minggu (28/9/2025).

Prosesi Bepelas biasanya digelar setiap malam selama Erau berlangsung, kecuali malam Jumat karena adanya Hadrah atau Berzanji. Rangkaian ini akan berakhir pada Minggu malam, menandai penutup rangkaian sakral Erau.

Selain doa-doa adat, prosesi Bepelas juga dimeriahkan dengan sejumlah tarian keraton yang sarat simbol, seperti tarian Dewa Pemanah, Dewa mengitari Tiang Ayu, hingga tari Beganjur. Kehadiran tarian tersebut memperkaya makna spiritual dan menambah daya tarik budaya bagi masyarakat yang menyaksikan.

Saidar menyebutkan, Erau tahun ini mengusung tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”. Tema tersebut selaras dengan filosofi Bepelas, yakni menjaga martabat dan marwah Sultan serta keraton Kutai agar tetap dihormati.

Menurutnya, warisan budaya seperti Bepelas tidak hanya milik keraton, tetapi juga milik bersama masyarakat Kutai Kartanegara. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestariannya sangatlah penting.

“Kita semua punya tanggung jawab. Kalau masyarakat tidak peduli, tradisi seperti Bepelas akan sulit bertahan. Padahal inilah identitas kita, inilah yang membuat Kutai berbeda dan berharga,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa globalisasi seringkali membuat masyarakat lebih akrab dengan budaya populer daripada tradisi lokal. Karena itu, diperlukan strategi bersama agar Bepelas tetap relevan, misalnya dengan mengemasnya dalam bentuk dokumentasi, promosi budaya, dan pendidikan di sekolah.

“Intinya jangan sampai hilang. Bepelas ini bukan hanya ritual keraton, tapi simbol marwah Kutai dan Nusantara. Kalau kita rawat bersama, maka warisan ini akan terus hidup sepanjang masa,” pungkas Saidar. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok

11 Juli 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Gelar Simulasi Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Niño 2026

10 Juli 2026 - 17:00 WITA

Disdikbud Kukar Libatkan Koperasi Sekolah Salurkan Seragam Gratis

9 Juli 2026 - 16:00 WITA

Pemkab Kukar Gandeng Telkom University Siapkan Konsep Internet Desa Gratis

9 Juli 2026 - 15:00 WITA

Disdikbud Kukar Bertahap Isi Kekosongan Kepala Sekolah, Rekrutmen ASN Jadi Solusi Jangka Panjang

9 Juli 2026 - 14:00 WITA

127 Kepala Sekolah Dan 93 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik di Kukar

9 Juli 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH