Menu

Mode Gelap
Motor Dicuri Dini Hari, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Tenggarong Terungkap! Kurir Tembakau Sintetis Diamankan Polsek Samboja, Pesanan Disebut untuk Samarinda-Balikpapan Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027 Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 18:00 WITA ·

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan pemisahan Disporapar menjadi OPD tersendiri agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus, optimal, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan pemisahan Disporapar menjadi OPD tersendiri agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus, optimal, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan agar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dipisahkan menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Usulan itu disampaikan Sri Puji saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026). Ia menilai penggabungan urusan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata selama ini membuat pengembangan sektor wisata belum berjalan optimal.

“Kalau dipisah, pengembangan pariwisata akan lebih fokus dan anggarannya juga lebih jelas,” ujarnya.

Meski mendukung pengembangan sektor pariwisata, Sri Puji mengingatkan agar setiap program tetap berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan PAD tidak boleh mengorbankan kepentingan warga maupun mengabaikan pelestarian budaya lokal.

“Jangan sampai pembangunan pariwisata justru meminggirkan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia juga menilai pemerintah perlu memperhatikan dampak sosial dalam pengembangan destinasi wisata, seperti potensi gangguan ketertiban, penyalahgunaan narkoba, hingga penempatan fasilitas hiburan yang harus mempertimbangkan keberadaan permukiman, sekolah, dan rumah ibadah.

Selain itu, Sri Puji menyoroti masih terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang kepariwisataan. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas penyusunan program dan pengelolaan destinasi wisata di Kota Samarinda.

Menurutnya, Samarinda memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, serta strategi pengelolaan yang berkelanjutan agar destinasi tidak hanya ramai saat awal dibuka, tetapi terus diminati wisatawan.

Melalui pemisahan OPD dan penguatan tata kelola sektor pariwisata, Sri Puji berharap potensi wisata Kota Samarinda dapat berkembang lebih maksimal, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan PAD secara berkelanjutan.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027

11 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

11 Agustus 2026 - 15:00 WITA

Jelang Dibuka, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Teras Samarinda II Diperiksa Total

11 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bankeu Kaltim 2027 Terancam Dihapus, DPRD Minta Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Fiskal

10 Agustus 2026 - 18:00 WITA

HUT ke-81 RI di Samarinda Digelar Sederhana, DPRD Pilih Perkuat Kegiatan Sosial

10 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH