Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 18:00 WITA ·

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan pemisahan Disporapar menjadi OPD tersendiri agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus, optimal, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan pemisahan Disporapar menjadi OPD tersendiri agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus, optimal, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengusulkan agar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dipisahkan menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pengembangan sektor pariwisata lebih fokus dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Usulan itu disampaikan Sri Puji saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026). Ia menilai penggabungan urusan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata selama ini membuat pengembangan sektor wisata belum berjalan optimal.

“Kalau dipisah, pengembangan pariwisata akan lebih fokus dan anggarannya juga lebih jelas,” ujarnya.

Meski mendukung pengembangan sektor pariwisata, Sri Puji mengingatkan agar setiap program tetap berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan PAD tidak boleh mengorbankan kepentingan warga maupun mengabaikan pelestarian budaya lokal.

“Jangan sampai pembangunan pariwisata justru meminggirkan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia juga menilai pemerintah perlu memperhatikan dampak sosial dalam pengembangan destinasi wisata, seperti potensi gangguan ketertiban, penyalahgunaan narkoba, hingga penempatan fasilitas hiburan yang harus mempertimbangkan keberadaan permukiman, sekolah, dan rumah ibadah.

Selain itu, Sri Puji menyoroti masih terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang kepariwisataan. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas penyusunan program dan pengelolaan destinasi wisata di Kota Samarinda.

Menurutnya, Samarinda memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, serta strategi pengelolaan yang berkelanjutan agar destinasi tidak hanya ramai saat awal dibuka, tetapi terus diminati wisatawan.

Melalui pemisahan OPD dan penguatan tata kelola sektor pariwisata, Sri Puji berharap potensi wisata Kota Samarinda dapat berkembang lebih maksimal, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan PAD secara berkelanjutan.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH