Menu

Mode Gelap
Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional PWI Kukar Perkuat Integritas Wartawan, Tegaskan Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Kebenaran IKN Hadirkan Gaya Hidup Baru, Warga Nikmati Pulang Kerja Tanpa Macet Sambut Era IKN, Firma Hukum Elviandri Siapkan SDM dan Layanan Hukum Profesional 66 Pelajar Sekitar IKN Naik Kelas Bahasa Inggris, Otorita IKN Siapkan Generasi Bersaing Global

SENI BUDAYA · 25 Jul 2026 17:00 WITA ·

Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional


 Grup musik asal Kutai Kartanegara, Petala Borneo, membawakan lagu Perbesar

Grup musik asal Kutai Kartanegara, Petala Borneo, membawakan lagu "Menjaga Adat" saat tampil pada International Djogja Earthsounds Fest (IDEF) 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Bantul, Kamis malam (23/7/2026), sebagai upaya memperkenalkan budaya Erau kepada publik nasional dan internasional.

KUTAIPANRITA.ID, YOGYAKARTA – Grup musik asal Kutai Kartanegara, Petala Borneo, sukses mencuri perhatian pada International Djogja Earthsounds Fest (IDEF) 2026 yang digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). Penampilan mereka tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan budaya Kutai sekaligus mengajak masyarakat menghadiri Festival Erau 2026.

Meski sempat diguyur hujan sebelum tampil, semangat para personel kembali bangkit saat melihat antusiasme penonton. Sejak lagu pertama dimainkan, suasana panggung berubah meriah dengan penonton yang ikut menari mengikuti irama musik khas Kalimantan Timur.

Personel Petala Borneo, Achmad Fauzi, mengaku sempat khawatir cuaca akan memengaruhi penampilan mereka.

“Kami sempat down karena cuaca, tetapi respons penonton luar biasa,” ujarnya.

Menurut Fauzi, sambutan hangat penonton menjadi bukti bahwa musik tradisi yang dikemas secara modern mampu diterima oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Penampilan Petala Borneo ditutup dengan lagu “Menjaga Adat”, karya yang terinspirasi dari tradisi Erau di Kutai Kartanegara. Melalui lagu tersebut, mereka juga mengajak para penonton untuk datang dan menyaksikan langsung pesta adat Erau yang akan digelar pada September 2026.

“Kami ingin mengajak semua datang ke Erau di Kutai Kartanegara,” kata Fauzi.

Vokalis Nova Abelia mengaku bangga bisa tampil di festival musik internasional tersebut. Baginya, kesempatan itu menjadi langkah penting untuk membawa karya-karya Petala Borneo ke panggung yang lebih luas.

“Semoga ini menjadi awal menuju panggung dunia,” ucap Nova.

IDEF 2026 merupakan festival musik lintas tradisi bertema Sacred Sounds, Shared Earth yang berlangsung pada 23–25 Juli 2026. Festival ini mempertemukan musisi, komunitas seni, dan institusi budaya dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Melalui penampilannya di IDEF, Petala Borneo menegaskan bahwa kekayaan musik tradisional Kutai mampu tampil sejajar di panggung nasional dan internasional. Penampilan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Kutai Kartanegara kepada dunia melalui harmoni musik dan semangat menjaga tradisi. (*)

 

@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat: Warisan Leluhur Harus Tetap Lestari

16 Juni 2026 - 12:00 WITA

FESTIVAL BUDAYA DAYAK KENYAH 2026

16 Juni 2026 - 09:00 WITA

Dari Mahakam ke Panggung Nasional, Achmad Fauzi Satukan Tingkilan dan Keroncong dalam “Rampak Jreng”

12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Simfoni Swara Nusantara Semarakkan KIPP IKN, Perpaduan Musik dan Budaya Hidupkan Suasana

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

Reog Ponorogo Semarakkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Kunjungi Ruang Publik Baru IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

Pelipur Lara Di Temindung, Petala Borneo Hidupkan Nafas Musik Tradisi

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH