Menu

Mode Gelap
Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

BERITA DAERAH · 25 Sep 2025 16:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah Jadi Ruang Strategis Pelestarian Budaya Lokal


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah derasnya arus modernisasi yang seringkali mengikis identitas budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menilai pendidikan harus menjadi benteng utama pelestarian tradisi lokal. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan nilai budaya sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

Menurut Thauhid, budaya daerah bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga sumber pembelajaran karakter. Dengan menanamkan nilai budaya sejak bangku sekolah, anak-anak akan tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara akademis sekaligus kuat dalam identitas.

“Kalau anak-anak di sekolah sudah dikenalkan sejak dini, mereka akan tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya leluhurnya. Itu akan membentuk generasi yang bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki karakter dan jati diri yang kuat,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi. Jika nilai-nilai tersebut dipelajari sejak dini, maka budaya akan hidup bukan hanya di tingkat seremonial, tetapi dalam keseharian masyarakat.

Lebih jauh, Thauhid menyebut integrasi budaya ke dalam pendidikan bisa diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, praktik langsung dalam festival budaya, hingga pembelajaran tematik yang mengangkat kearifan lokal.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami kalau mereka belajar lewat pengalaman. Misalnya ikut beseprah atau kegiatan adat lain, itu jauh lebih membekas daripada hanya teori,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Peran orang tua dan masyarakat tetap sangat penting agar nilai-nilai budaya benar-benar hadir di kehidupan sehari-hari.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, hasilnya tidak maksimal. Tradisi akan tetap hidup kalau masyarakat ikut merawatnya,” tegasnya.

Menurut Thauhid, sinergi semua pihak akan menciptakan generasi yang bangga dengan budaya sendiri. Ia pun berharap kearifan lokal bisa menjadi benteng moral sekaligus perekat sosial di tengah dinamika zaman.

“Budaya adalah warisan kita bersama. Kalau kita tanamkan sejak dini, ia akan tetap hidup sepanjang masa,” pungkasnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat Kukar Resmi Dibuka, Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Komunitas

6 Mei 2026 - 09:30 WITA

Disdikbud Samarinda Matangkan SPMB 2026, Tegaskan Larangan Pungutan Sekolah

5 Mei 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Tekankan Transformasi Pendidikan Hadapi Era Digital

5 Mei 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kurikulum Baru hingga Krisis Guru, Minta Solusi Konkret

5 Mei 2026 - 16:00 WITA

PWI Kukar Gandeng Mahasiswa UMKT, Perkuat Literasi Hukum Lewat Diskusi

5 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Kukar Terima Aksi Ratusan Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH