Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 25 Sep 2025 16:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah Jadi Ruang Strategis Pelestarian Budaya Lokal


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah derasnya arus modernisasi yang seringkali mengikis identitas budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menilai pendidikan harus menjadi benteng utama pelestarian tradisi lokal. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan nilai budaya sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

Menurut Thauhid, budaya daerah bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga sumber pembelajaran karakter. Dengan menanamkan nilai budaya sejak bangku sekolah, anak-anak akan tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara akademis sekaligus kuat dalam identitas.

“Kalau anak-anak di sekolah sudah dikenalkan sejak dini, mereka akan tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya leluhurnya. Itu akan membentuk generasi yang bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki karakter dan jati diri yang kuat,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi. Jika nilai-nilai tersebut dipelajari sejak dini, maka budaya akan hidup bukan hanya di tingkat seremonial, tetapi dalam keseharian masyarakat.

Lebih jauh, Thauhid menyebut integrasi budaya ke dalam pendidikan bisa diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, praktik langsung dalam festival budaya, hingga pembelajaran tematik yang mengangkat kearifan lokal.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami kalau mereka belajar lewat pengalaman. Misalnya ikut beseprah atau kegiatan adat lain, itu jauh lebih membekas daripada hanya teori,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Peran orang tua dan masyarakat tetap sangat penting agar nilai-nilai budaya benar-benar hadir di kehidupan sehari-hari.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, hasilnya tidak maksimal. Tradisi akan tetap hidup kalau masyarakat ikut merawatnya,” tegasnya.

Menurut Thauhid, sinergi semua pihak akan menciptakan generasi yang bangga dengan budaya sendiri. Ia pun berharap kearifan lokal bisa menjadi benteng moral sekaligus perekat sosial di tengah dinamika zaman.

“Budaya adalah warisan kita bersama. Kalau kita tanamkan sejak dini, ia akan tetap hidup sepanjang masa,” pungkasnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH