Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 25 Sep 2025 16:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah Jadi Ruang Strategis Pelestarian Budaya Lokal


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah derasnya arus modernisasi yang seringkali mengikis identitas budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menilai pendidikan harus menjadi benteng utama pelestarian tradisi lokal. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan nilai budaya sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

Menurut Thauhid, budaya daerah bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga sumber pembelajaran karakter. Dengan menanamkan nilai budaya sejak bangku sekolah, anak-anak akan tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara akademis sekaligus kuat dalam identitas.

“Kalau anak-anak di sekolah sudah dikenalkan sejak dini, mereka akan tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya leluhurnya. Itu akan membentuk generasi yang bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki karakter dan jati diri yang kuat,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi. Jika nilai-nilai tersebut dipelajari sejak dini, maka budaya akan hidup bukan hanya di tingkat seremonial, tetapi dalam keseharian masyarakat.

Lebih jauh, Thauhid menyebut integrasi budaya ke dalam pendidikan bisa diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, praktik langsung dalam festival budaya, hingga pembelajaran tematik yang mengangkat kearifan lokal.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami kalau mereka belajar lewat pengalaman. Misalnya ikut beseprah atau kegiatan adat lain, itu jauh lebih membekas daripada hanya teori,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Peran orang tua dan masyarakat tetap sangat penting agar nilai-nilai budaya benar-benar hadir di kehidupan sehari-hari.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, hasilnya tidak maksimal. Tradisi akan tetap hidup kalau masyarakat ikut merawatnya,” tegasnya.

Menurut Thauhid, sinergi semua pihak akan menciptakan generasi yang bangga dengan budaya sendiri. Ia pun berharap kearifan lokal bisa menjadi benteng moral sekaligus perekat sosial di tengah dinamika zaman.

“Budaya adalah warisan kita bersama. Kalau kita tanamkan sejak dini, ia akan tetap hidup sepanjang masa,” pungkasnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH