Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 26 Jul 2025 17:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Gelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penilaian Kelayakan Usul Perizinan PAUD dan PNFI


 Disdikbud Kukar Gelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penilaian Kelayakan Usul Perizinan PAUD dan PNFI Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penilaian Kelayakan Usul Perizinan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) pada 26–27 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno.

Dalam keterangan persnya, Joko Sampurno menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para pelaku pendidikan mengenai proses dan persyaratan pengajuan izin pendirian lembaga PAUD dan PNFI. Menurutnya, regulasi baru mengharuskan lembaga memiliki badan hukum, seperti yayasan, sebagai bentuk legalitas penyelenggara pendidikan.

“Kalau dulu izin mendirikan PAUD cukup diurus ke Dinas Pendidikan, sekarang tidak lagi. Harus berbadan hukum, memiliki NIP tenaga pendidik, dan memenuhi berbagai persyaratan lain sesuai regulasi terbaru,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa PAUD yang dimaksud mencakup TK, SPS, TPA, dan SKB, sementara untuk PNFI mencakup PKBM dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada para operator pendidikan, pengawas, dan penilai terkait prosedur perizinan yang baru agar dapat berjalan sesuai aturan.

“Kami ingin mendirikan lembaga pendidikan ini menjadi lebih terorganisir dan legal. Jika legal, maka lembaga itu akan mendapat pengakuan formal dan bisa memberikan layanan pendidikan yang sah,” jelas Joko.

Saat ini, menurut pantauan Disdikbud Kukar, belum ditemukan lembaga pendidikan nonformal yang beroperasi secara ilegal. Namun, Joko menegaskan pentingnya pemenuhan syarat legalitas bagi setiap lembaga yang akan berdiri ke depan.

Terkait pendampingan pasca-sosialisasi, pihaknya membuka ruang komunikasi antara calon penyelenggara pendidikan dengan Dinas Pendidikan. Nantinya, pengurusan perizinan akan diarahkan melalui sistem pelayanan satu pintu atau Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Jadi, masyarakat yang ingin mendirikan lembaga PAUD dan PNFI bisa langsung berkonsultasi ke kami. Kami akan arahkan ke prosedur yang tepat,” tutup Joko.

Melalui sosialisasi ini, Disdikbud Kukar berharap lembaga-lembaga pendidikan di Kukar semakin profesional dan memenuhi standar kelayakan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH