KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus mengarahkan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar lebih berorientasi pada hasil nyata di masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan persoalan sosial lainnya. Hal ini disampaikan Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD.
Dalam rapat tersebut, DPPKB bersama DPRD membahas evaluasi dan penguatan program Kampung KB yang sejak 2022 telah bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.
Deasy menegaskan, pendekatan program kini difokuskan pada intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif.
“Program harus memberi dampak terukur, terutama dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Berbagai inisiatif pun dijalankan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak, pemberdayaan lansia, hingga penguatan peran ayah dalam keluarga. Program tersebut diintegrasikan dengan pelayanan keluarga berencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Saat ini, Kampung KB telah tersebar di 59 kelurahan di Samarinda dan menjadi ujung tombak edukasi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan masalah sosial seperti KDRT dan anak putus sekolah.
Dalam waktu dekat, DPPKB juga akan menggelar gerakan serentak pencegahan stunting melalui ratusan Posyandu di seluruh wilayah kota.
“Target kunjungan ibu hamil, bayi, dan balita minimal 80 persen. Jika belum tercapai, akan dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga,” jelasnya.
Menurut Deasy, partisipasi masyarakat dalam Posyandu menjadi kunci untuk mendeteksi dini masalah gizi anak sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Ia menambahkan, pengendalian penduduk tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












