Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 18:00 WITA ·

DPPKB Samarinda Perkuat Kampung KB, Fokus Hasil Nyata Tekan Stunting


 Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus mengarahkan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar lebih berorientasi pada hasil nyata di masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan persoalan sosial lainnya. Hal ini disampaikan Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD.

Dalam rapat tersebut, DPPKB bersama DPRD membahas evaluasi dan penguatan program Kampung KB yang sejak 2022 telah bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

Deasy menegaskan, pendekatan program kini difokuskan pada intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif.

“Program harus memberi dampak terukur, terutama dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Berbagai inisiatif pun dijalankan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak, pemberdayaan lansia, hingga penguatan peran ayah dalam keluarga. Program tersebut diintegrasikan dengan pelayanan keluarga berencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Saat ini, Kampung KB telah tersebar di 59 kelurahan di Samarinda dan menjadi ujung tombak edukasi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan masalah sosial seperti KDRT dan anak putus sekolah.

Dalam waktu dekat, DPPKB juga akan menggelar gerakan serentak pencegahan stunting melalui ratusan Posyandu di seluruh wilayah kota.

“Target kunjungan ibu hamil, bayi, dan balita minimal 80 persen. Jika belum tercapai, akan dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga,” jelasnya.

Menurut Deasy, partisipasi masyarakat dalam Posyandu menjadi kunci untuk mendeteksi dini masalah gizi anak sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pengendalian penduduk tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH