Menu

Mode Gelap
34 Mahasiswa KKN Tematik Rampungkan Pengabdian di IKN, Basuki Tekankan Pentingnya Belajar Menyelesaikan Masalah Antisipasi El Nino, Polresta Samarinda Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Bersama Polda Kaltim DPRD Samarinda Ajak Warga Manfaatkan Layanan Publik Resmi, Tekan Praktik Calo dan Pungutan Liar DPRD Samarinda Desak Percepatan Pelunasan Utang Proyek 2025, Pembangunan Infrastruktur Jangan Terhambat DPRD Samarinda Dorong Peremajaan Armada Pengangkut Sampah, Pelayanan Kebersihan Diminta Lebih Optimal

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 18:00 WITA ·

DPPKB Samarinda Perkuat Kampung KB, Fokus Hasil Nyata Tekan Stunting


 Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), terkait penguatan program Kampung KB agar berdampak nyata dalam menekan stunting dan persoalan sosial. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus mengarahkan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar lebih berorientasi pada hasil nyata di masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan persoalan sosial lainnya. Hal ini disampaikan Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Selasa (28/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD.

Dalam rapat tersebut, DPPKB bersama DPRD membahas evaluasi dan penguatan program Kampung KB yang sejak 2022 telah bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

Deasy menegaskan, pendekatan program kini difokuskan pada intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif.

“Program harus memberi dampak terukur, terutama dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Berbagai inisiatif pun dijalankan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak, pemberdayaan lansia, hingga penguatan peran ayah dalam keluarga. Program tersebut diintegrasikan dengan pelayanan keluarga berencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Saat ini, Kampung KB telah tersebar di 59 kelurahan di Samarinda dan menjadi ujung tombak edukasi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan masalah sosial seperti KDRT dan anak putus sekolah.

Dalam waktu dekat, DPPKB juga akan menggelar gerakan serentak pencegahan stunting melalui ratusan Posyandu di seluruh wilayah kota.

“Target kunjungan ibu hamil, bayi, dan balita minimal 80 persen. Jika belum tercapai, akan dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga,” jelasnya.

Menurut Deasy, partisipasi masyarakat dalam Posyandu menjadi kunci untuk mendeteksi dini masalah gizi anak sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pengendalian penduduk tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi El Nino, Polresta Samarinda Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Bersama Polda Kaltim

4 Agustus 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ajak Warga Manfaatkan Layanan Publik Resmi, Tekan Praktik Calo dan Pungutan Liar

4 Agustus 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Pelunasan Utang Proyek 2025, Pembangunan Infrastruktur Jangan Terhambat

4 Agustus 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Peremajaan Armada Pengangkut Sampah, Pelayanan Kebersihan Diminta Lebih Optimal

4 Agustus 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat, Dorong Pasar Tradisional Lebih Modern dan Berdaya Saing

4 Agustus 2026 - 13:00 WITA

46 Penerima MBG di Sebulu Alami Gejala Diduga Keracunan, Pemkab Kukar Intensifkan Penyelidikan

3 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH