KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Rencana pemanfaatan jalur pelayaran di Sungai Mahakam sebagai sumber pendapatan daerah kembali mencuat. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menilai potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran sangat besar namun belum tergarap optimal karena sistem tata kelola yang belum standar.
Menurut Hasanuddin, saat ini hanya jembatan utama Mahakam dikelola secara profesional oleh badan usaha pelabuhan, sementara lebih dari sembilan jembatan lainnya dikelola komunitas atau swasta tanpa regulasi jelas. Kondisi ini membuat pendataan aktivitas pelayaran dan potensi PAD menjadi sulit.
“Semua bentuk pengelolaan sebaiknya berada di bawah kendali Perusda. Model kerja samanya bisa fleksibel, tetapi Perusda harus menjadi pintu utama agar setiap aktivitas tercatat dan terukur,” tegasnya, Senin (1/12/2025).
Dengan mekanisme pengelolaan yang terpusat dan profesional, DPRD berharap Mahakam bisa menjadi salah satu sumber PAD yang signifikan untuk mendukung pembangunan daerah — terutama di masa APBD yang terbatas.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












