KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — DPRD Kalimantan Timur kembali menegur lemahnya keberlanjutan koperasi desa. Banyak koperasi ditemukan hanya aktif pada awal pendirian, tetapi tidak berjalan dalam jangka panjang.
Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai hal ini menghambat pencapaian tujuan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Koperasi harus dipastikan berjalan, bukan hanya ada di atas kertas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan koperasi bukan sekadar memenuhi legalitas, namun juga memastikan adanya perencanaan usaha yang realistis serta komitmen pengurus dalam mengelola organisasi.
DPRD Kaltim menilai solusi keberlanjutan koperasi harus menyentuh aspek manajemen, evaluasi rutin, serta monitoring program. Tanpa sistem kerja yang terukur, koperasi tidak akan mampu bertransformasi menjadi unit usaha nyata bagi masyarakat desa.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












