Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026 Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

BERITA DAERAH · 7 Des 2025 14:42 WITA ·

DPRD Kaltim Nilai Minimnya Literasi Politik Jadi Tantangan Besar di Kaltim


 DPRD Kaltim Nilai Minimnya Literasi Politik Jadi Tantangan Besar di Kaltim Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap proses politik dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mendorong kesejahteraan sosial di Kalimantan Timur. DPRD Kaltim menilai minimnya literasi politik membuat masyarakat kurang terlibat dalam mengawal kebijakan publik maupun mendorong lahirnya keputusan yang benar-benar mengakomodasi kebutuhan warga.

Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa kualitas kebijakan publik tidak bisa dilepaskan dari kultur politik yang berkembang di masyarakat. Ia menyebut bahwa kebijakan yang buruk kerap lahir dari lingkungan politik yang kurang sehat.

“Kalau kita bicara kesejahteraan sosial, tidak mungkin dilepaskan dari kondisi politiknya. Politik yang tidak sehat akan menghasilkan kebijakan yang tidak menyentuh kebutuhan publik,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana mekanisme politik bekerja dan apa dampaknya terhadap kesejahteraan. Ketidakterlibatan publik dalam proses politik akhirnya membuat pengawasan terhadap kebijakan pemerintah menjadi lemah.

Sapto menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius, mengingat partisipasi publik adalah komponen penting dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemahaman politik yang kuat akan membentuk masyarakat yang kritis serta mampu mengawal kepentingan mereka sendiri.

DPRD Kaltim, kata Sapto, mendorong agar program peningkatan literasi politik menjadi agenda penting yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD

30 Juni 2026 - 19:00 WITA

Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026

30 Juni 2026 - 18:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar

30 Juni 2026 - 17:00 WITA

Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola

30 Juni 2026 - 16:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

30 Juni 2026 - 15:00 WITA

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Anggaran Pengelolaan Aset, Minta Target Kinerja Lebih Terukur

30 Juni 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH