Menu

Mode Gelap
Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Efektivitas Anggaran BPKAD dan Kontribusi Pelabuhan Palaran terhadap PAD Pemkot Samarinda Kebut Pelunasan Utang Rp400 Miliar, BPKAD Target Tuntas Akhir 2026 Komisi II DPRD Samarinda Minta BPKAD Buka Seluruh Data Utang Daerah, Iswandi: Jangan Hanya Sebut Rp400 Miliar Samarinda Kian Jadi Rujukan Nasional, Celni: Banyak Daerah Datang Belajar Inovasi dan Tata Kelola Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Iswandi: Anggaran Besar Harus Berdampak Nyata

IKN NUSANTARA · 14 Mei 2026 18:00 WITA ·

IKN Fun Day Kenalkan Batik Pewarna Alami Khas Kalimantan kepada Pengunjung


 Pengunjung antusias mengikuti workshop membatik dengan pewarna alami yang diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam rangkaian IKN Fun Day di kawasan Sentra Massa IKN, Kamis (14/05/2026). Kegiatan yang berlangsung selama libur Kenaikan Isa Almasih 2026 ini menjadi salah satu aktivitas favorit masyarakat dengan menghadirkan pengalaman membatik menggunakan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan di kawasan ibu kota negara baru. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Pengunjung antusias mengikuti workshop membatik dengan pewarna alami yang diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam rangkaian IKN Fun Day di kawasan Sentra Massa IKN, Kamis (14/05/2026). Kegiatan yang berlangsung selama libur Kenaikan Isa Almasih 2026 ini menjadi salah satu aktivitas favorit masyarakat dengan menghadirkan pengalaman membatik menggunakan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan di kawasan ibu kota negara baru. Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara menghadirkan workshop membatik dengan pewarna alami sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IKN Fun Day dalam momentum libur Kenaikan Isa Almasih 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis hingga Jumat, 14–15 Mei 2026, di kawasan Sentra Massa IKN dan menjadi salah satu aktivitas favorit pengunjung yang datang menikmati suasana ibu kota negara baru selama masa libur panjang.

Workshop digelar mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA dan terbuka gratis untuk umum tanpa pendaftaran. Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak mengenal teknik membatik sederhana menggunakan metode shibori atau tie-dye dengan memanfaatkan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan seperti mangrove dan ketapang.

Seluruh alat dan bahan telah disediakan panitia sehingga peserta dapat langsung mencoba proses membatik secara praktis. Hasil karya yang dibuat pun dapat dibawa pulang sebagai suvenir sekaligus pengalaman kreatif selama berkunjung ke IKN.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN sekaligus Ketua Panitia Pelayanan Kunjungan Masyarakat periode libur Kenaikan Isa Almasih 2026, Myrna A. Safitri, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menikmati kawasan IKN, tetapi juga dapat terlibat dalam aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.

“Melalui workshop membatik ini, masyarakat dapat mengenal pemanfaatan tanaman khas Kalimantan sebagai pewarna tekstil alami sekaligus belajar budaya membatik dengan cara yang menarik,” ujar Myrna di Sentra Massa IKN, Kamis (14/05/2026).

Menurutnya, batik menjadi salah satu media untuk memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan alam Nusantara. Pemanfaatan pewarna alami juga sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang terus dikembangkan di kawasan IKN.

Dalam proses pewarnaan, daun ketapang direbus untuk menghasilkan warna alami tertentu, sementara bagian mangrove yang digunakan dapat berupa propagul, kulit, maupun daun yang telah digeprek agar sarinya keluar. Beragam warna kemudian dihasilkan melalui proses fiksasi menggunakan kapur, tawas, dan tunjung sehingga menghasilkan nuansa merah bata, merah muda, biru tua, hingga kecokelatan.

Myrna menilai batik khas IKN memiliki peluang besar untuk berkembang, baik sebagai identitas budaya maupun produk ekonomi kreatif masyarakat lokal. Meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke kawasan IKN dinilai membuka peluang pasar yang semakin luas bagi produk suvenir dan wastra khas daerah.

“Batik khas IKN masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kreatif masyarakat lokal sekaligus identitas budaya kawasan Nusantara,” katanya.

Ia menambahkan, Otorita IKN terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan dan pendampingan agar mampu menghasilkan batik dan wastra berkualitas yang memiliki daya saing lebih luas.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya keluarga yang mengikuti workshop tersebut. Salah satunya Novita Sandra yang datang bersama anaknya untuk mencoba pengalaman membatik menggunakan pewarna alami.

“Kegiatannya seru dan edukatif. Anak-anak jadi bisa belajar bahwa pewarna kain ternyata bisa berasal dari tumbuhan khas Kalimantan,” ujarnya.

Selain workshop membatik, IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas lain yang ramah keluarga dan lintas usia seperti mendongeng, mewarnai satwa liar, permainan tradisional, area bermain catur, hingga penanaman pohon.

Myrna berharap Sentra Massa IKN dapat menjadi ruang publik yang aktif dan menyenangkan bagi masyarakat yang datang berkunjung ke Nusantara.

“Kami ingin IKN menjadi ruang yang ramah keluarga, ramah gender, dan nyaman untuk semua usia,” tuturnya.

Rangkaian IKN Fun Day akan berlangsung selama 14–17 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan interaktif dan edukatif yang dapat dinikmati masyarakat selama masa libur Kenaikan Isa Almasih.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan

26 Juni 2026 - 14:00 WITA

SMA Taruna Nusantara IKN Kian Siap Beroperasi, 477 Siswa Segera Tempati Kampus Baru di Nusantara

24 Juni 2026 - 09:00 WITA

Otorita IKN dan Kementerian HAM Satukan Langkah, Nusantara Diarahkan Jadi Kota Berbasis Hak Asasi Manusia

23 Juni 2026 - 16:00 WITA

Merangkai Identitas Nusantara Lewat Motif Batik, Otorita IKN dan Bank Indonesia Dorong Kreativitas Pengrajin Wastra Lokal

21 Juni 2026 - 10:00 WITA

Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto

18 Juni 2026 - 18:00 WITA

IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar

18 Juni 2026 - 17:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA