KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi II DPRD Kalimantan Timur menyoroti rendahnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non-ekstraktif. Menurut DPRD, ketergantungan yang terlalu besar terhadap tambang dan migas membuat banyak peluang penerimaan daerah terabaikan.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menilai bahwa daerah memiliki banyak instrumen pendapatan yang sebenarnya bisa digarap tanpa harus merusak lingkungan.
“Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai contoh daerah yang selama ini sangat bertumpu pada kekayaan alam,” tegasnya di Samarinda, beberapa waktu lalu.
DPRD menilai pola ekonomi yang terlalu bergantung pada sumber daya alam membuat daerah lebih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Karena itu, diversifikasi sumber pendapatan harus mulai diperkuat agar fiskal daerah bisa lebih stabil dalam jangka panjang.
Menurut DPRD, pengembangan sektor pajak non-tambang seperti pajak kendaraan operasional perusahaan, pajak alat berat, hingga pajak bahan bakar dapat menjadi salah satu kunci peningkatan PAD.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












