KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menyatakan bahwa suara masyarakat yang ikut menolak rencana pemotongan dana transfer ke daerah merupakan bentuk partisipasi publik yang harus dihargai. Menurutnya, aspirasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap masa depan pembangunan di Kaltim.
Firnadi menjelaskan bahwa Gubernur Kaltim sebelumnya telah menyampaikan langsung keberatan terkait rencana pemotongan dana tersebut kepada pemerintah pusat. Upaya itu disampaikan melalui pertemuan dengan kementerian terkait untuk menyampaikan dampak yang berpotensi terjadi, termasuk risiko perlambatan pembangunan di berbagai sektor.
Karena itu, ketika masyarakat juga ikut menyuarakan keberatan yang sama, DPRD menilai langkah tersebut sangat positif. Firnadi menyebut bahwa dukungan publik memperkuat posisi pemerintah daerah dan legislatif dalam memperjuangkan kepentingan Kaltim di tingkat pusat.
“Ketika masyarakat bergerak untuk menyuarakan hal yang sama, itu menunjukkan bahwa persoalan ini dirasakan bersama. DPR menyambut positif dukungan itu,” ujar Firnadi, Kamis (26/11/2025).
Ia menambahkan, pemotongan dana transfer akan berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga program pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan masyarakat dinilai penting untuk menunjukkan bahwa keberatan ini bukan hanya kepentingan pemerintah daerah, melainkan kepentingan seluruh warga Kaltim.
Firnadi berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali rencana tersebut, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas agar aspirasi daerah dapat tersampaikan dengan lebih komprehensif.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












