Menu ✖

Mode Gelap
Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi 36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 16:45 WITA ·

DPRD Kaltim Sebut Target Realisasi 94 Persen Masih Mungkin Tercapai, Sektor Pendidikan Dinilai Paling Stabil


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menilai target realisasi anggaran 93–94 persen yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim masih cukup realistis, terutama untuk sektor pendidikan. Penilaian ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan.

Menurutnya, belanja pendidikan mayoritas berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Struktur belanja semacam ini membuat sektor pendidikan lebih mudah mencapai angka realisasi yang tinggi dibandingkan dinas yang mengelola program fisik.

“Untuk Dinas Pendidikan, target itu realistis karena belanja utamanya adalah gaji, TPP, dan BOSDA. Semua itu pasti disalurkan, tidak bisa ditahan,” katanya, Rabu (26/11/2025),

Agusriansyah menjelaskan, BOSDA merupakan bentuk pembiayaan pemerintah daerah sebagai kompensasi atas kebijakan pembebasan biaya sekolah bagi siswa. Dana tersebut digunakan untuk operasional sekolah, termasuk pengganti SPP dan kebutuhan teknis lainnya. Dengan statusnya sebagai belanja prioritas, pencairan BOSDA menjadi salah satu faktor yang meningkatkan serapan anggaran pendidikan.

Selain itu, beberapa bantuan seperti pengadaan pakaian sekolah juga dijadwalkan untuk disalurkan menjelang akhir tahun. Hal ini menambah peluang peningkatan serapan anggaran di triwulan terakhir.

Mengenai adanya sanksi berupa pemangkasan anggaran apabila target realisasi tidak tercapai, Agusriansyah menyatakan hal tersebut merupakan kebijakan penuh yang berada di tangan gubernur. DPRD, kata dia, menghormati keputusan tersebut selama masih sesuai mekanisme.

“Kalau gubernur sudah menyampaikan target, ya tentu itu harus dilaksanakan. Kita berharap seluruh perangkat daerah bisa memenuhi komitmen itu,” tutupnya.

 

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Teras Samarinda Bakal Diperluas hingga Tempekong, DPRD Dorong Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Mahakam

15 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Raperda Pencegahan Kebakaran Samarinda Masuk Tahap Harmonisasi, Damkar Bakal Diperkuat Kewenangannya

15 Oktober 2026 - 17:00 WITA

TPG Guru SDN Filial Loa Kumbar Terkendala Data, DPRD Samarinda Dorong Pemekaran Sekolah

15 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH