Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 16:45 WITA ·

DPRD Kaltim Sebut Target Realisasi 94 Persen Masih Mungkin Tercapai, Sektor Pendidikan Dinilai Paling Stabil


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menilai target realisasi anggaran 93–94 persen yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim masih cukup realistis, terutama untuk sektor pendidikan. Penilaian ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan.

Menurutnya, belanja pendidikan mayoritas berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Struktur belanja semacam ini membuat sektor pendidikan lebih mudah mencapai angka realisasi yang tinggi dibandingkan dinas yang mengelola program fisik.

“Untuk Dinas Pendidikan, target itu realistis karena belanja utamanya adalah gaji, TPP, dan BOSDA. Semua itu pasti disalurkan, tidak bisa ditahan,” katanya, Rabu (26/11/2025),

Agusriansyah menjelaskan, BOSDA merupakan bentuk pembiayaan pemerintah daerah sebagai kompensasi atas kebijakan pembebasan biaya sekolah bagi siswa. Dana tersebut digunakan untuk operasional sekolah, termasuk pengganti SPP dan kebutuhan teknis lainnya. Dengan statusnya sebagai belanja prioritas, pencairan BOSDA menjadi salah satu faktor yang meningkatkan serapan anggaran pendidikan.

Selain itu, beberapa bantuan seperti pengadaan pakaian sekolah juga dijadwalkan untuk disalurkan menjelang akhir tahun. Hal ini menambah peluang peningkatan serapan anggaran di triwulan terakhir.

Mengenai adanya sanksi berupa pemangkasan anggaran apabila target realisasi tidak tercapai, Agusriansyah menyatakan hal tersebut merupakan kebijakan penuh yang berada di tangan gubernur. DPRD, kata dia, menghormati keputusan tersebut selama masih sesuai mekanisme.

“Kalau gubernur sudah menyampaikan target, ya tentu itu harus dilaksanakan. Kita berharap seluruh perangkat daerah bisa memenuhi komitmen itu,” tutupnya.

 

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH