Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 16:45 WITA ·

DPRD Kaltim Sebut Target Realisasi 94 Persen Masih Mungkin Tercapai, Sektor Pendidikan Dinilai Paling Stabil


 Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa belanja pendidikan sebagian besar berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menilai target realisasi anggaran 93–94 persen yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim masih cukup realistis, terutama untuk sektor pendidikan. Penilaian ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan.

Menurutnya, belanja pendidikan mayoritas berasal dari komponen wajib seperti gaji, TPP, dan BOSDA, yang hampir pasti tersalurkan sebelum tahun anggaran berakhir. Struktur belanja semacam ini membuat sektor pendidikan lebih mudah mencapai angka realisasi yang tinggi dibandingkan dinas yang mengelola program fisik.

“Untuk Dinas Pendidikan, target itu realistis karena belanja utamanya adalah gaji, TPP, dan BOSDA. Semua itu pasti disalurkan, tidak bisa ditahan,” katanya, Rabu (26/11/2025),

Agusriansyah menjelaskan, BOSDA merupakan bentuk pembiayaan pemerintah daerah sebagai kompensasi atas kebijakan pembebasan biaya sekolah bagi siswa. Dana tersebut digunakan untuk operasional sekolah, termasuk pengganti SPP dan kebutuhan teknis lainnya. Dengan statusnya sebagai belanja prioritas, pencairan BOSDA menjadi salah satu faktor yang meningkatkan serapan anggaran pendidikan.

Selain itu, beberapa bantuan seperti pengadaan pakaian sekolah juga dijadwalkan untuk disalurkan menjelang akhir tahun. Hal ini menambah peluang peningkatan serapan anggaran di triwulan terakhir.

Mengenai adanya sanksi berupa pemangkasan anggaran apabila target realisasi tidak tercapai, Agusriansyah menyatakan hal tersebut merupakan kebijakan penuh yang berada di tangan gubernur. DPRD, kata dia, menghormati keputusan tersebut selama masih sesuai mekanisme.

“Kalau gubernur sudah menyampaikan target, ya tentu itu harus dilaksanakan. Kita berharap seluruh perangkat daerah bisa memenuhi komitmen itu,” tutupnya.

 

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH