KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Bukan hanya infrastruktur dan pendidikan sektor ekonomi rakyat juga mendapat sorotan. Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, mengungkap bahwa banyak koperasi di desa-desa gagal berkembang karena buruknya administrasi dan legalitas.
“Administrasi yang berantakan membuat banyak koperasi gagal berkembang. Apalagi legalitas yang tidak lengkap membatasi akses koperasi untuk mendapatkan bantuan atau pembiayaan,” tegasnya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Salehuddin, meskipun banyak koperasi telah didirikan, sebagian besar hanya sekadar “ada di atas kertas”. Tanpa pembinaan dan pengelolaan berkelanjutan, koperasi tidak bisa menjadi motor ekonomi kerakyatan.
Sebagai solusi konkret, ia mengusulkan dibentuk satu dua koperasi percontohan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Model ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi desa-desa lain dalam mengelola koperasi secara profesional dan transparan.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












