KUTAI PANRITA, SAMARINDA — Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur kembali menjadi bahan pembahasan penting di lingkungan legislatif. Meski Kaltim tercatat sebagai salah satu provinsi dengan PAD tinggi secara nasional, DPRD menilai kontribusi aktualnya masih belum mencerminkan potensi besar yang dimiliki daerah.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengatakan bahwa optimalisasi PAD harus menjadi prioritas pemerintah provinsi. Ia menilai capaian yang ada belum menggambarkan kondisi sesungguhnya.
“PAD kita memang cukup tinggi dibanding daerah lain, tapi menurut saya masih belum optimal,” ujarnya.
Dalam pandangannya, sejumlah sektor strategis masih belum dimaksimalkan. Salah satunya aset daerah yang berdampak luas terhadap pendapatan jangka panjang. DPRD pun meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pengelolaan aset demi memperbesar kontribusi PAD pada tahun-tahun berikutnya.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












