KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Curah hujan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu genangan di sejumlah titik Kota Samarinda. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas program penanganan banjir yang selama ini dijalankan pemerintah.
Meskipun sejumlah proyek perbaikan drainase telah dilakukan, faktanya genangan air masih muncul di kawasan permukiman hingga ruas jalan utama. Situasi ini memicu keresahan warga dan menuntut adanya percepatan penanganan yang lebih komprehensif.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, tidak membantah bahwa banjir masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan sepenuhnya.
“Sampai hari ini, masyarakat masih menyampaikan keluhan soal banjir. Ini masalah yang rutin dan belum tuntas walaupun sudah ada progres perbaikan drainase,” katanya, Senin (01/12/2025).
Fuad menilai upaya Pemkot Samarinda sudah mengarah ke pembenahan yang tepat, namun belum diimbangi dengan pembiayaan memadai. Menurutnya, masih ada wilayah rawan banjir yang belum mendapat penanganan signifikan sehingga membutuhkan perhatian anggaran lebih besar.
“Perbaikan itu perlu waktu, tapi kita juga harus realistis melihat kondisi di lapangan. Ada titik-titik banjir yang belum tersentuh anggaran. Jadi memang harus ada penambahan anggaran khusus,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa banjir di Samarinda tidak bisa ditangani secara parsial. Kebutuhan modernisasi drainase, normalisasi sungai, serta pengawasan sedimentasi harus menjadi bagian dari program berkelanjutan.
ADV DPRD Kaltim Pewarta : Axel Editor : Fairuzzabady @2025












