Menu ✖

Mode Gelap
Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi Gereja di IKN, Dipersiapkan Jadi Basilika Pertama di Indonesia Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 08:01 WITA ·

DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat


 DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kerusakan berat yang melanda ruas jalan poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau memicu perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Jalur yang menjadi penghubung utama Berau—Kutai Timur—Samarinda itu kini berada dalam kondisi terburuknya dan memicu keluhan luas dari masyarakat.

Keluhan memuncak pada Sabtu (22/11/2025), saat warga melaporkan sejumlah titik jalan mengalami pergeseran badan jalan, longsor, hingga lubang besar yang tersebar di banyak lokasi. Pada malam hari, situasi menjadi jauh lebih berbahaya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengungkapkan kondisi lapangan yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau malam, risikonya lebih besar. Banyak kendaraan tergelincir karena tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Akibat kondisi ini, banyak warga memilih hanya bepergian pada siang hari. Sopir truk hingga pengangkut logistik juga terpaksa berhenti lama untuk menunggu kendaraan lain melalui titik-titik rawan karena satu kesalahan kecil dapat membuat kendaraan terperosok.

Di berbagai platform media sosial, keluhan masyarakat turut bermunculan, memperlihatkan skala kerusakan yang dinilai sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Syarifatul membenarkan hal tersebut.

“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda,” tuturnya.

Dari laporan yang dihimpun DPRD, sekitar 140,4 kilometer ruas jalan mengalami kerusakan berat, ditambah 21,08 kilometer kerusakan kategori ringan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada mobilitas warga, pengiriman logistik, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur vital tersebut.

Ruas ini merupakan jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, hingga komoditas tambang dari wilayah selatan Berau menuju Samarinda.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

16 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Soroti Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Kawasan Resapan Air Samarinda

16 Oktober 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Penempatan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Minta Lokasi Satu Keluarga Didekatkan

15 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH