KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kerusakan berat yang melanda ruas jalan poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau memicu perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Jalur yang menjadi penghubung utama Berau—Kutai Timur—Samarinda itu kini berada dalam kondisi terburuknya dan memicu keluhan luas dari masyarakat.
Keluhan memuncak pada Sabtu (22/11/2025), saat warga melaporkan sejumlah titik jalan mengalami pergeseran badan jalan, longsor, hingga lubang besar yang tersebar di banyak lokasi. Pada malam hari, situasi menjadi jauh lebih berbahaya.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengungkapkan kondisi lapangan yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Kalau malam, risikonya lebih besar. Banyak kendaraan tergelincir karena tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Akibat kondisi ini, banyak warga memilih hanya bepergian pada siang hari. Sopir truk hingga pengangkut logistik juga terpaksa berhenti lama untuk menunggu kendaraan lain melalui titik-titik rawan karena satu kesalahan kecil dapat membuat kendaraan terperosok.
Di berbagai platform media sosial, keluhan masyarakat turut bermunculan, memperlihatkan skala kerusakan yang dinilai sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Syarifatul membenarkan hal tersebut.
“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda,” tuturnya.
Dari laporan yang dihimpun DPRD, sekitar 140,4 kilometer ruas jalan mengalami kerusakan berat, ditambah 21,08 kilometer kerusakan kategori ringan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada mobilitas warga, pengiriman logistik, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur vital tersebut.
Ruas ini merupakan jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, hingga komoditas tambang dari wilayah selatan Berau menuju Samarinda.
ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025












