Menu

Mode Gelap
Cekcok Kerja Berujung Kapak, Pria di Muara Muntai Luka Robek di Kepala Otorita IKN Pastikan Pelayanan Dasar Siap Sambut Perpindahan ASN Wagub Kaltim Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Dukungan Pemprov terhadap Pelestarian Budaya Bupati Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Peran Kesultanan sebagai Penjaga Moral dan Marwah Daerah Wabup Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Dorong Penguatan Pelestarian Budaya Daerah

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 08:01 WITA ·

DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat


 DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Parah Ruas Poros Kelay–Labanan: Mobilitas Warga Lumpuh, Risiko Kecelakaan Meningkat Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Kerusakan berat yang melanda ruas jalan poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau memicu perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Jalur yang menjadi penghubung utama Berau—Kutai Timur—Samarinda itu kini berada dalam kondisi terburuknya dan memicu keluhan luas dari masyarakat.

Keluhan memuncak pada Sabtu (22/11/2025), saat warga melaporkan sejumlah titik jalan mengalami pergeseran badan jalan, longsor, hingga lubang besar yang tersebar di banyak lokasi. Pada malam hari, situasi menjadi jauh lebih berbahaya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengungkapkan kondisi lapangan yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau malam, risikonya lebih besar. Banyak kendaraan tergelincir karena tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Akibat kondisi ini, banyak warga memilih hanya bepergian pada siang hari. Sopir truk hingga pengangkut logistik juga terpaksa berhenti lama untuk menunggu kendaraan lain melalui titik-titik rawan karena satu kesalahan kecil dapat membuat kendaraan terperosok.

Di berbagai platform media sosial, keluhan masyarakat turut bermunculan, memperlihatkan skala kerusakan yang dinilai sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Syarifatul membenarkan hal tersebut.

“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda,” tuturnya.

Dari laporan yang dihimpun DPRD, sekitar 140,4 kilometer ruas jalan mengalami kerusakan berat, ditambah 21,08 kilometer kerusakan kategori ringan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada mobilitas warga, pengiriman logistik, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur vital tersebut.

Ruas ini merupakan jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, hingga komoditas tambang dari wilayah selatan Berau menuju Samarinda.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wagub Kaltim Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Dukungan Pemprov terhadap Pelestarian Budaya

9 Februari 2026 - 15:00 WITA

Bupati Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Peran Kesultanan sebagai Penjaga Moral dan Marwah Daerah

9 Februari 2026 - 14:00 WITA

Wabup Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Dorong Penguatan Pelestarian Budaya Daerah

9 Februari 2026 - 13:00 WITA

ABK KM Nur Aliyah Diduga Jatuh ke Laut, Pencarian Diperluas hingga Hari Keempat

8 Februari 2026 - 18:30 WITA

124 Pejabat Pemkab Kukar Dilantik, Bupati Aulia Tekankan Rotasi untuk Energi Baru dan Penguatan Data

6 Februari 2026 - 20:00 WITA

Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Sawit, Seorang Pria Diduga Meninggal Akibat Kelelahan

6 Februari 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH