Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

BERITA DAERAH · 8 Des 2025 16:50 WITA ·

DPRD Kaltim Soroti Risiko Lingkungan dari Pengerjaan Median Jalan yang Tak Tertata


 Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun Perbesar

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun

Sejumlah pengerjaan median jalan di Kota Samarinda kembali menuai kritik lantaran dilakukan tanpa kesiapan material memadai. Selain merusak estetika kota, kondisi ini diduga ikut memicu gangguan lingkungan skala kecil. Material yang belum tersedia saat median dibongkar membuat sejumlah titik meninggalkan permukaan jalan yang terbuka. Jika hujan deras, permukaan tanah mudah tergerus dan memperbesar potensi genangan air.

Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menilai bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga lingkungan sekitar. Afif menjelaskan bahwa setiap proyek infrastruktur seharusnya melalui proses mitigasi risiko yang matang. Tanpa perhitungan tersebut, pekerjaan fisik justru menghadirkan ancaman tambahan bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa proyek ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar, sehingga kontraktor wajib menunjukkan kinerja yang profesional. DPRD Kaltim meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan agar setiap pengerjaan benar-benar memenuhi standar dan tidak mengabaikan faktor keselamatan lingkungan. Kondisi di Jalan Pahlawan menjadi salah satu contoh paling terlihat. Median lama di kawasan tersebut dibongkar, namun material pengganti sama sekali belum tersedia.

Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mengingatkan bahwa sistem pengerjaan yang tidak tertata hanya akan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

“Pengguna jalan terganggu, dan kalau banjir terjadi, dampaknya bisa menyebar,” katanya.

Menurut Afif, pemerintah daerah harus memastikan bahwa kontraktor bekerja mengikuti standar teknis yang jelas. Setiap proses pengerjaan harus memperhatikan urutan yang benar, mulai dari kesiapan material hingga mitigasi risiko ketika cuaca ekstrem melanda.

Proyek median jalan di beberapa titik kota diketahui menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar. DPRD Kaltim menilai angka ini sangat besar dan harus diimbangi dengan kualitas pengerjaan yang layak.

Dewan meminta pemerintah memperketat pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan demi mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

“Tanpa perencanaan matang, masyarakatlah yang paling terdampak,” tegas Afif.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Karang Taruna Kaltim Perkuat Dukungan Relawan Karhutla, Posko dan Logistik Disalurkan

21 September 2026 - 14:00 WITA

Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Terus Diperkuat

21 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH