Menu

Mode Gelap
Kabel Dicuri, Jembatan Mahkota II Gelap dan Rawan Bahaya Rusdi: Jargas Aman dan Ringankan Beban Warga Reses di Sambutan, Rusdi Tampung Aspirasi dan Soroti Penurunan APBD Cekcok Kerja Berujung Kapak, Pria di Muara Muntai Luka Robek di Kepala Otorita IKN Pastikan Pelayanan Dasar Siap Sambut Perpindahan ASN

BERITA DAERAH · 8 Des 2025 16:50 WITA ·

DPRD Kaltim Soroti Risiko Lingkungan dari Pengerjaan Median Jalan yang Tak Tertata


 Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun Perbesar

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun

Sejumlah pengerjaan median jalan di Kota Samarinda kembali menuai kritik lantaran dilakukan tanpa kesiapan material memadai. Selain merusak estetika kota, kondisi ini diduga ikut memicu gangguan lingkungan skala kecil. Material yang belum tersedia saat median dibongkar membuat sejumlah titik meninggalkan permukaan jalan yang terbuka. Jika hujan deras, permukaan tanah mudah tergerus dan memperbesar potensi genangan air.

Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menilai bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga lingkungan sekitar. Afif menjelaskan bahwa setiap proyek infrastruktur seharusnya melalui proses mitigasi risiko yang matang. Tanpa perhitungan tersebut, pekerjaan fisik justru menghadirkan ancaman tambahan bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa proyek ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar, sehingga kontraktor wajib menunjukkan kinerja yang profesional. DPRD Kaltim meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan agar setiap pengerjaan benar-benar memenuhi standar dan tidak mengabaikan faktor keselamatan lingkungan. Kondisi di Jalan Pahlawan menjadi salah satu contoh paling terlihat. Median lama di kawasan tersebut dibongkar, namun material pengganti sama sekali belum tersedia.

Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mengingatkan bahwa sistem pengerjaan yang tidak tertata hanya akan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

Pengguna jalan terganggu, dan kalau banjir terjadi, dampaknya bisa menyebar, katanya.

Menurut Afif, pemerintah daerah harus memastikan bahwa kontraktor bekerja mengikuti standar teknis yang jelas. Setiap proses pengerjaan harus memperhatikan urutan yang benar, mulai dari kesiapan material hingga mitigasi risiko ketika cuaca ekstrem melanda.

Proyek median jalan di beberapa titik kota diketahui menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar. DPRD Kaltim menilai angka ini sangat besar dan harus diimbangi dengan kualitas pengerjaan yang layak.

Dewan meminta pemerintah memperketat pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan demi mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

“Tanpa perencanaan matang, masyarakatlah yang paling terdampak,” tegas Afif.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kabel Dicuri, Jembatan Mahkota II Gelap dan Rawan Bahaya

12 Februari 2026 - 10:00 WITA

Rusdi: Jargas Aman dan Ringankan Beban Warga

12 Februari 2026 - 09:00 WITA

Reses di Sambutan, Rusdi Tampung Aspirasi dan Soroti Penurunan APBD

12 Februari 2026 - 08:00 WITA

Wagub Kaltim Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Dukungan Pemprov terhadap Pelestarian Budaya

9 Februari 2026 - 15:00 WITA

Bupati Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Peran Kesultanan sebagai Penjaga Moral dan Marwah Daerah

9 Februari 2026 - 14:00 WITA

Wabup Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Dorong Penguatan Pelestarian Budaya Daerah

9 Februari 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH