Menu

Mode Gelap
Motor Dicuri Dini Hari, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Tenggarong Terungkap! Kurir Tembakau Sintetis Diamankan Polsek Samboja, Pesanan Disebut untuk Samarinda-Balikpapan Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027 Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

BERITA DAERAH · 28 Jul 2026 15:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas Pembangunan


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara merata agar seluruh siswa, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran, memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara merata agar seluruh siswa, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran, memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Pemerataan pembangunan sektor pendidikan di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Komisi IV menilai masih terdapat kesenjangan kualitas sarana dan prasarana antara sekolah di kawasan pusat kota dengan sekolah di wilayah pinggiran. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda didorong menjadikan pemerataan fasilitas pendidikan sebagai prioritas pembangunan agar seluruh peserta didik memperoleh layanan yang setara.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan. Menurutnya, seluruh anak di Kota Samarinda memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, tanpa membedakan lokasi sekolah maupun tempat tinggal mereka.

“Semua siswa harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Pemerataan pendidikan harus benar-benar diwujudkan,” kata Ismail, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, masih banyak sekolah di kawasan pinggiran yang memerlukan rehabilitasi ruang kelas, perbaikan gedung, hingga penambahan fasilitas penunjang pembelajaran. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan siswa serta menurunkan kualitas proses belajar mengajar apabila tidak segera mendapat perhatian pemerintah.

Menurut Ismail, pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan harus menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Samarinda. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah di wilayah pinggiran akan memiliki kesempatan yang sama dalam menciptakan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing.

Selain pembangunan fisik, DPRD menilai peningkatan mutu pendidikan juga harus diiringi dengan pemerataan kualitas tenaga pendidik. Pemerintah daerah diminta memperhatikan distribusi guru agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran.

“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan bangunan sekolah, tetapi juga kualitas guru yang mengajar di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerataan penempatan guru, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, serta pemberian dukungan bagi tenaga pendidik yang bertugas di daerah pinggiran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengapresiasi penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru. Menurutnya, kebijakan itu telah membantu mengurangi stigma sekolah favorit sekaligus menciptakan distribusi siswa yang lebih merata di berbagai sekolah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan sistem zonasi harus dibarengi dengan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan. Jika masih terdapat perbedaan yang mencolok antara sekolah di pusat kota dan pinggiran, maka tujuan pemerataan pendidikan belum sepenuhnya tercapai.

DPRD juga meminta Pemkot Samarinda mempercepat penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, terutama bagi sekolah-sekolah di kawasan pinggiran. Ketersediaan akses internet, laboratorium komputer, perangkat digital, hingga bahan ajar elektronik dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses pembelajaran di era digital.

Menurut Ismail, transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur teknologi yang dapat menunjang kualitas pembelajaran dan meningkatkan kompetensi siswa menghadapi perkembangan zaman.

Komisi IV DPRD berharap sinergi antara legislatif dan Pemerintah Kota Samarinda dapat mempercepat pemerataan pendidikan di seluruh wilayah. Dukungan anggaran yang tepat sasaran, pembangunan fasilitas yang merata, peningkatan kualitas guru, serta penguatan akses teknologi diyakini mampu memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa.

Dengan langkah tersebut, pemerataan pendidikan diharapkan tidak sekadar menjadi target pembangunan daerah, tetapi menjadi komitmen nyata dalam menciptakan generasi muda Samarinda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Cicilan KPR Lunas Sejak 2011, Sertifikat Rumah Belum Diterima, DPRD Samarinda Panggil BTN

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

TKD Berkurang, DPRD Samarinda Soroti Nasib Proyek Fisik 2027

11 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Balik Nama Sertifikat 10 Hari, DPRD Samarinda Soroti Potensi Penerimaan Pajak

11 Agustus 2026 - 15:00 WITA

Jelang Dibuka, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Teras Samarinda II Diperiksa Total

11 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bankeu Kaltim 2027 Terancam Dihapus, DPRD Minta Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Fiskal

10 Agustus 2026 - 18:00 WITA

HUT ke-81 RI di Samarinda Digelar Sederhana, DPRD Pilih Perkuat Kegiatan Sosial

10 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH