Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Usulkan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri DPRD Samarinda Dorong Venue Olahraga Jadi Mesin Baru Peningkatan PAD DPRD Samarinda Fasilitasi BPN dan Perusahaan Bahas Pendataan Jalan Konsesi Disporapar Samarinda Optimistis PAD 2026 Tercapai, Siapkan Kerja Sama Kelola Aset DLH Samarinda Matangkan Raperda RPPLH, Jadi Pedoman Perlindungan Lingkungan 30 Tahun ke Depan

BERITA DAERAH · 2 Jul 2026 23:00 WITA ·

DPRD Samarinda Usulkan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri serta meningkatkan keselamatan pengguna jembatan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri serta meningkatkan keselamatan pengguna jembatan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemerintah segera memasang pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai langkah pencegahan aksi bunuh diri yang belakangan kembali menjadi perhatian masyarakat.

Usulan tersebut disampaikan Novan usai mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (2/7/2026).

Menurut Novan, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui imbauan atau edukasi, tetapi juga perlu didukung fasilitas fisik yang dapat meminimalkan peluang seseorang melakukan tindakan yang membahayakan diri.

“Jembatan Mahakam perlu dilengkapi pagar pengaman agar orang berpikir dua kali untuk melakukan tindakan bunuh diri,” ujarnya.

Ia menilai, fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki di Jembatan Mahakam maupun Jembatan Mahakam IV masih perlu ditingkatkan. Selain trotoar, menurutnya, pagar pembatas yang mengarah ke sungai menjadi sarana penting untuk mengurangi risiko terjadinya peristiwa serupa.

Di sisi lain, Novan mengingatkan pentingnya memperkuat layanan kesehatan mental. Ia mengatakan fasilitas kesehatan milik pemerintah, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah, telah menyediakan layanan psikologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Layanan psikologi sebenarnya sudah tersedia. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya,” katanya.

Novan menilai persoalan kesehatan mental masih menjadi tantangan karena banyak orang memilih memendam masalah yang dihadapi daripada mencari bantuan. Padahal, dukungan keluarga, lingkungan, maupun tenaga profesional sangat penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi lebih serius.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, kepedulian lingkungan menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam mendeteksi sejak dini seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis.

“Pencegahan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama agar setiap orang yang mengalami masalah dapat memperoleh dukungan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Dorong Venue Olahraga Jadi Mesin Baru Peningkatan PAD

2 Juli 2026 - 22:00 WITA

DPRD Samarinda Fasilitasi BPN dan Perusahaan Bahas Pendataan Jalan Konsesi

2 Juli 2026 - 21:00 WITA

Disporapar Samarinda Optimistis PAD 2026 Tercapai, Siapkan Kerja Sama Kelola Aset

2 Juli 2026 - 20:00 WITA

DLH Samarinda Matangkan Raperda RPPLH, Jadi Pedoman Perlindungan Lingkungan 30 Tahun ke Depan

2 Juli 2026 - 19:00 WITA

DPRD Samarinda Tetapkan Batas Usia Pemuda Maksimal 30 Tahun dalam Raperda Kepemudaan

2 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Targetkan Raperda Lingkungan Hidup Rampung Tahun Ini

2 Juli 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH