Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 2 Jul 2026 23:00 WITA ·

DPRD Samarinda Usulkan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri serta meningkatkan keselamatan pengguna jembatan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri serta meningkatkan keselamatan pengguna jembatan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pemerintah segera memasang pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV sebagai langkah pencegahan aksi bunuh diri yang belakangan kembali menjadi perhatian masyarakat.

Usulan tersebut disampaikan Novan usai mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (2/7/2026).

Menurut Novan, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui imbauan atau edukasi, tetapi juga perlu didukung fasilitas fisik yang dapat meminimalkan peluang seseorang melakukan tindakan yang membahayakan diri.

“Jembatan Mahakam perlu dilengkapi pagar pengaman agar orang berpikir dua kali untuk melakukan tindakan bunuh diri,” ujarnya.

Ia menilai, fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki di Jembatan Mahakam maupun Jembatan Mahakam IV masih perlu ditingkatkan. Selain trotoar, menurutnya, pagar pembatas yang mengarah ke sungai menjadi sarana penting untuk mengurangi risiko terjadinya peristiwa serupa.

Di sisi lain, Novan mengingatkan pentingnya memperkuat layanan kesehatan mental. Ia mengatakan fasilitas kesehatan milik pemerintah, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah, telah menyediakan layanan psikologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Layanan psikologi sebenarnya sudah tersedia. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya,” katanya.

Novan menilai persoalan kesehatan mental masih menjadi tantangan karena banyak orang memilih memendam masalah yang dihadapi daripada mencari bantuan. Padahal, dukungan keluarga, lingkungan, maupun tenaga profesional sangat penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi lebih serius.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, kepedulian lingkungan menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam mendeteksi sejak dini seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis.

“Pencegahan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama agar setiap orang yang mengalami masalah dapat memperoleh dukungan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH