Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

EKONOMI · 7 Agu 2025 13:15 WITA ·

Ekonom: Masuk Fortune Global 500 bukti Pertamina berhasil terapkan GCG


 Ilustrasi - Aktivitas sejumlah petugas di kawasan Pertamina EP Subang Field. ANTARA/HO-Pertamina/am. Perbesar

Ilustrasi - Aktivitas sejumlah petugas di kawasan Pertamina EP Subang Field. ANTARA/HO-Pertamina/am.

“Ya, tentu saja (karena penerapan transformasi bisnis dan inovasi). Intinya GCG Pertamina sudah berjalan dengan baik”.

 

KUTAIPANRITA.ID, JAKARTA – Keberhasilan Pertamina menembus Fortune Global 500 pada 2025, dinilai sebagai bukti bahwa badan usaha milik negara (BUMN) ini telah menerapkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) dengan sangat baik.

Menurut Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, penerapan tata kelola perusahaan yang baik di Pertamina, termasuk prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Selain itu, katanya di Jakarta, Kamis, melalui implementasi GCG, Pertamina dinilai mampu menerapkan berbagai inovasi seperti digitalisasi, sehingga semakin baik dalam menjalankan transformasi bisnis berkelanjutan.

“Ya, tentu saja (karena penerapan transformasi bisnis dan inovasi). Intinya GCG Pertamina sudah berjalan dengan baik,” katanya lagi.

Dia menambahkan, capaian tersebut tentu sangat positif, terlebih Pertamina menjadi satu-satunya BUMN yang berhasil menembus Fortune Global 500 selama lebih dari satu dekade.

Kondisi tersebut sekaligus membuktikan bahwa kinerja keuangan perusahaan sangat teruji yang terlihat mampu menyumbang dividen kepada negara terbesar.

Sebelumnya, Majalah Fortune merilis Fortune Global 500, dan pada pemeringkatan tersebut, Pertamina berhasil menduduki peringkat 171, lebih tinggi dibandingkan international oil company (IOC) lain, seperti perusahaan energi asal Spanyol Repsol di posisi ke-260, dan ConocoPhillips pada urutan ke-245.

Sedangkan untuk Fortune South East Asia 500, Pertamina yang menempati posisi ketiga, berada jauh di atas Petronas di peringkat ke-44.

“Capaian tersebut, menunjukkan bahwa Pertamina memiliki daya saing tinggi di tingkat global, sehingga diharapkan investor tidak ragu untuk berinvestasi di perusahaan pelat merah itu, apalagi kebutuhan migas kita masih sangat tinggi,” ujar Tauhid melalui sambungan telepon.

Sumber: www.antaranews.com

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

AMSI Luncurkan Dana Hibah Bergulir Rp280 Juta untuk 28 Wilayah

23 September 2026 - 14:00 WITA

Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan AMSI Hadapi Transformasi Media Digital

23 September 2026 - 13:00 WITA

HUT Ke-28 IJTI: Jurnalis Televisi Diminta Jaga Marwah Profesi di Tengah Badai Disrupsi

9 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Pakar Hukum Pidana Soroti Penyidikan Korupsi Bertahun-tahun, Minta Aparat Segera Beri Kepastian Hukum

20 Juni 2026 - 15:00 WITA

Tebing Lonceng, Balkon Samarinda yang Menyimpan Harapan Warga Seberang

14 Juni 2026 - 13:00 WITA

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Perlindungan Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

Trending di NASIONAL