KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelaran Erau Adat Kutai 2025 kembali menjadi daya tarik besar bagi masyarakat dan wisatawan. Tradisi Beseprah yang digelar di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (25/9/2025), menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna sekaligus menjadi tontonan budaya yang unik.
Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias duduk lesehan bersama menikmati hidangan yang tersaji berjejer panjang. Tradisi ini memperlihatkan keakraban khas masyarakat Kutai Kartanegara yang mampu menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan prosesi Beseprah telah menjadi ikon yang memperkuat identitas Kukar sebagai daerah dengan budaya yang kaya. Menurutnya, festival ini bukan hanya pesta adat, tetapi juga aset wisata budaya yang bernilai tinggi.
“Erau ini adalah ruang untuk memperkenalkan budaya Kutai kepada dunia luar. Tradisi seperti Beseprah dan Belimbur punya daya tarik yang kuat untuk wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” ujarnya.
Thauhid menegaskan, hadirnya wisatawan ke Tenggarong saat Erau berlangsung membawa dampak nyata bagi sektor ekonomi. Banyak pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengrajin suvenir merasakan keuntungan dari meningkatnya kunjungan.
Ia menyebut efek domino dari festival budaya ini patut dijaga dan diperkuat. Dengan demikian, pelestarian tradisi tidak hanya memberi manfaat secara sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ketika budaya kita tampil dengan baik, masyarakat juga merasakan hasilnya. Pariwisata bergerak, ekonomi rakyat ikut hidup. Ini multiplier effect yang positif dari Erau,” jelas Thauhid.
Selain Beseprah, prosesi Belimbur yang menjadi puncak Erau juga selalu dinanti oleh pengunjung. Namun, Thauhid mengingatkan agar pelaksanaan tetap tertib dan sesuai aturan, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman mengikuti tradisi.
Menurutnya, menjaga nilai sakral dalam setiap prosesi adalah kunci agar Erau terus dipercaya dan dihormati sebagai festival budaya. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga mendapat pengalaman budaya yang bermakna.
“Kalau kita bisa menjaga keteraturan dan makna tradisi, Erau akan semakin kuat posisinya sebagai magnet wisata budaya. Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi warisan leluhur yang membawa manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang,” tutupnya. (ADV/Disdikbud Kukar)
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady












