Menu

Mode Gelap
Kabel Dicuri, Jembatan Mahkota II Gelap dan Rawan Bahaya Rusdi: Jargas Aman dan Ringankan Beban Warga Reses di Sambutan, Rusdi Tampung Aspirasi dan Soroti Penurunan APBD Cekcok Kerja Berujung Kapak, Pria di Muara Muntai Luka Robek di Kepala Otorita IKN Pastikan Pelayanan Dasar Siap Sambut Perpindahan ASN

BERITA DAERAH · 4 Des 2025 12:39 WITA ·

Fraksi PAN–NasDem Soroti Anjloknya Kapasitas Fiskal Kaltim 2026 dan Dampaknya pada Pembangunan


 Fraksi PAN–NasDem Soroti Anjloknya Kapasitas Fiskal Kaltim 2026 dan Dampaknya pada Pembangunan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Penurunan kemampuan fiskal Kalimantan Timur pada tahun anggaran 2026 menjadi isu utama dalam Rapat Paripurna ke-45 DPRD Kaltim. Setelah terjadi pemangkasan signifikan pada Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, total APBD Kaltim 2026 kini hanya tersisa Rp15,15 triliun. Angka tersebut jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sempat mencapai Rp21,35 triliun.

Fraksi PAN–NasDem menyatakan kondisi ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh arah pembangunan daerah. Juru bicara Fraksi PAN–NasDem, Abdul Giaz, menegaskan bahwa situasi tersebut telah mengubah keseluruhan struktur pendapatan pada RAPBD 2026.

Menurutnya, pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp14,25 triliun terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp10,75 triliun dan pendapatan transfer Rp3,13 triliun. Setiap komponen, katanya, kini harus disesuaikan dengan hasil kesepakatan KUA–PPAS yang ikut terdampak oleh pemangkasan TKD.

“Total penerimaan daerah harus disesuaikan kembali dari kesepakatan KUA–PPAS yang semula sebesar Rp21,35 triliun menjadi sebesar Rp15,15 triliun,” ujarnya dalam rapat yang digelar di Gedung B DPRD Kaltim.

Pada sisi belanja, Giaz menilai struktur anggaran yang meliputi Belanja Operasi sebesar Rp8,16 triliun dan Belanja Transfer Rp5,89 triliun harus dikaji ulang secara ketat. Ia menekankan bahwa penyesuaian harus dilakukan tanpa mengorbankan program prioritas masyarakat.

Pengurangan anggaran dalam jumlah besar, katanya, bukan sekadar menekan ruang fiskal, tetapi juga mengharuskan pemerintah provinsi mengambil langkah pembangunan yang lebih terarah dan realistis.

“Pemprov Kaltim harus menyampaikan strategi konkret dalam penataan ulang prioritas pembangunan, termasuk mencari sumber pendanaan alternatif melalui kolaborasi dengan sektor swasta, BUMD, dan lembaga non-pemerintah,” tegasnya.

 

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kabel Dicuri, Jembatan Mahkota II Gelap dan Rawan Bahaya

12 Februari 2026 - 10:00 WITA

Rusdi: Jargas Aman dan Ringankan Beban Warga

12 Februari 2026 - 09:00 WITA

Reses di Sambutan, Rusdi Tampung Aspirasi dan Soroti Penurunan APBD

12 Februari 2026 - 08:00 WITA

Wagub Kaltim Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Dukungan Pemprov terhadap Pelestarian Budaya

9 Februari 2026 - 15:00 WITA

Bupati Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Tegaskan Peran Kesultanan sebagai Penjaga Moral dan Marwah Daerah

9 Februari 2026 - 14:00 WITA

Wabup Kukar Hadiri Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75, Dorong Penguatan Pelestarian Budaya Daerah

9 Februari 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH