KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Samarinda tahun ini akan dikemas lebih sederhana. Kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan membuat kegiatan tidak diarahkan pada perayaan besar dan berbiaya tinggi, melainkan diisi dengan agenda sosial yang tetap membawa semangat kemerdekaan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
DPRD Kota Samarinda memilih memaknai momentum 17 Agustus dengan menggelar sejumlah kegiatan sosial di lingkungan kantor legislatif. Agenda tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi donor darah yang terbuka bagi masyarakat umum.
Dalam pelaksanaannya, DPRD Samarinda menggandeng Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta RSUD Inche Abdoel Moeis untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kegiatan kemanusiaan tersebut. Kolaborasi antarinstansi dilakukan sebagai upaya menekan kebutuhan anggaran sekaligus memastikan kegiatan tetap berjalan secara optimal.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan keterbatasan kemampuan fiskal menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan konsep peringatan HUT ke-81 RI. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat semangat kemerdekaan hilang, tetapi justru harus disikapi melalui kegiatan yang lebih tepat sasaran.
“Anggaran kita terbatas,” ujar Helmi, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, peringatan kemerdekaan tahun ini diarahkan pada kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan, sementara donor darah menjadi wadah untuk meningkatkan kepedulian dan membantu memenuhi kebutuhan stok darah.
Helmi menilai konsep tersebut lebih relevan dengan kondisi saat ini karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Di sisi lain, keterlibatan organisasi perangkat daerah dan fasilitas kesehatan memungkinkan kebutuhan teknis kegiatan dipenuhi secara bersama-sama.
“Yang penting manfaatnya,” katanya.
Menurut Helmi, pembagian peran antarinstansi menjadi bagian dari strategi efisiensi. DPRD tidak perlu menanggung seluruh kebutuhan kegiatan secara mandiri karena dukungan dari perangkat daerah dan fasilitas kesehatan dapat mengurangi beban pembiayaan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah. Berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat turut memengaruhi ruang fiskal Pemerintah Kota Samarinda, sehingga setiap penggunaan APBD harus dilakukan secara selektif dan berdasarkan skala prioritas.
“Kita harus realistis dengan kondisi keuangan,” tegas Helmi.
Ia menilai anggaran untuk peringatan HUT RI sebaiknya tidak mengambil porsi berlebihan dari APBD. Pemerintah dan lembaga daerah, kata dia, masih memiliki berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang harus menjadi perhatian.
Karena itu, DPRD Samarinda berupaya agar momentum kemerdekaan tetap dapat dirayakan tanpa menambah tekanan terhadap keuangan daerah. Perayaan tidak harus identik dengan panggung besar, hiburan atau kegiatan seremonial yang membutuhkan biaya tinggi.
Sebaliknya, kegiatan sosial dinilai dapat menjadi bentuk perayaan yang lebih sederhana sekaligus memiliki nilai kemanusiaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang disiapkan.
Helmi memastikan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi internal DPRD. Masyarakat Kota Samarinda diberikan kesempatan untuk datang dan mengikuti kegiatan yang dipusatkan di kawasan kantor DPRD Kota Samarinda.
“Warga boleh ikut,” katanya.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperkuat interaksi antara lembaga legislatif dan masyarakat. Momentum HUT Kemerdekaan juga dinilai menjadi kesempatan untuk membangun semangat kebersamaan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur.
Helmi berharap konsep sederhana tersebut tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, nilai kemerdekaan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan sebuah acara, tetapi juga dari seberapa besar semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan.
“Semangat kemerdekaan tetap harus hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan. Dengan bekerja bersama, kegiatan dapat tetap terlaksana secara baik tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.
Pelaksanaan kegiatan rencananya dipusatkan di depan kantor DPRD Kota Samarinda dan terbuka bagi masyarakat umum. Pemeriksaan kesehatan gratis serta donor darah menjadi agenda utama yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat semangat kemanusiaan dalam memperingati HUT ke-81 RI.
Melalui konsep tersebut, DPRD Samarinda ingin memastikan peringatan kemerdekaan tetap berlangsung khidmat dan bermakna meski dalam kondisi fiskal yang terbatas. Efisiensi anggaran diharapkan tidak menjadi penghalang untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan kegiatan yang lebih sederhana, tepat guna dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












