Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 09:00 WITA ·

Iswandi Soroti APBD Samarinda, Minta Anggaran Lebih Produktif dan Berdampak


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif serta penciptaan lapangan kerja. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif serta penciptaan lapangan kerja. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam keterangannya, Iswandi menegaskan DPRD memiliki sikap tegas terhadap kebijakan anggaran yang tidak disertai target dan indikator yang jelas, terutama pada sektor belanja modal.

“Kalau belanja modal di bawah 22 persen tanpa diikuti program penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru, itu menjadi catatan serius bagi kami,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, struktur APBD 2025 masih timpang karena belanja operasional mendominasi lebih dari separuh total anggaran. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat anggaran lebih banyak terserap untuk kegiatan administratif dibanding pembangunan fisik.

“Kalau sebagian besar habis untuk kegiatan nonfisik, lalu apa ukuran keberhasilannya? Jangan sampai hanya sebatas laporan administrasi,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini keberhasilan program pemerintah kerap diukur dari tingginya serapan anggaran, bukan dari dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Komisi II DPRD berencana melakukan evaluasi menyeluruh dengan meminta data dari instansi terkait, termasuk membandingkan antara anggaran yang dikeluarkan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap anggaran yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang sebanding, bahkan lebih besar bagi daerah. Kalau tidak, efektivitasnya patut dipertanyakan,” jelasnya.

Selain itu, Iswandi juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap aset daerah mampu memberikan kontribusi nyata, bukan justru menjadi beban keuangan.

“Jangan sampai anggaran terus dikeluarkan, tapi hasilnya tidak jelas. Ini bukan sekadar administrasi, tapi soal dampak nyata bagi daerah,” katanya.

Di akhir, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyusun indikator kinerja yang lebih konkret dan terukur, agar setiap program dapat dievaluasi secara objektif dan benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH