Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 09:00 WITA ·

Iswandi Soroti APBD Samarinda, Minta Anggaran Lebih Produktif dan Berdampak


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif serta penciptaan lapangan kerja. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif serta penciptaan lapangan kerja. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai alokasi anggaran saat ini belum sepenuhnya mendorong pembangunan produktif dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam keterangannya, Iswandi menegaskan DPRD memiliki sikap tegas terhadap kebijakan anggaran yang tidak disertai target dan indikator yang jelas, terutama pada sektor belanja modal.

“Kalau belanja modal di bawah 22 persen tanpa diikuti program penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru, itu menjadi catatan serius bagi kami,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, struktur APBD 2025 masih timpang karena belanja operasional mendominasi lebih dari separuh total anggaran. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat anggaran lebih banyak terserap untuk kegiatan administratif dibanding pembangunan fisik.

“Kalau sebagian besar habis untuk kegiatan nonfisik, lalu apa ukuran keberhasilannya? Jangan sampai hanya sebatas laporan administrasi,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini keberhasilan program pemerintah kerap diukur dari tingginya serapan anggaran, bukan dari dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Komisi II DPRD berencana melakukan evaluasi menyeluruh dengan meminta data dari instansi terkait, termasuk membandingkan antara anggaran yang dikeluarkan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap anggaran yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang sebanding, bahkan lebih besar bagi daerah. Kalau tidak, efektivitasnya patut dipertanyakan,” jelasnya.

Selain itu, Iswandi juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap aset daerah mampu memberikan kontribusi nyata, bukan justru menjadi beban keuangan.

“Jangan sampai anggaran terus dikeluarkan, tapi hasilnya tidak jelas. Ini bukan sekadar administrasi, tapi soal dampak nyata bagi daerah,” katanya.

Di akhir, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyusun indikator kinerja yang lebih konkret dan terukur, agar setiap program dapat dievaluasi secara objektif dan benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH